Benny Tjokro Bayar Hasil Investasi Asabri Pakai Tanah Kavling Rp732 Miliar

Benny Tjokro Bayar Hasil Investasi Asabri Pakai Tanah Kavling Rp732 MiliarTerdakwa perkara PT Asabri Hari Setianto saat dihadirkan sebagai saksi mahkota. Foto: keadilan/DS

KEADILAN- Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode Juli 2014- Agustus 2019 Hari Setianto, mengungkapkan ketika ditagih soal hasil investasi, Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro disebut telah membayar PT Asabri dengan aset berupa tanah milik PT Harvest Time.

Pengakuan itu diungkapkan saat menjadi saksi mahkota untuk terdakwa lainnya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/11/2021).

“Bagaimana selanjutnya terhadap Harvest apakah dapat dijual atau dilunasi Benny Tjokro?,” tanya jaksa.

Hari menyebut, total uang yang didapat Benny dari PT Asabri adalah Rp802 miliar untuk pembelian saham PT Harvest.

Sebab, kata Hari, waktu itu proses investasi tidak berjalan dengan baik sekitar April sampai Mei 2016, Direksi Asabri melakukan penagihan uang muka pembelian saham pada Benny.

PT Harvest Time merupakan milik PT Wiracipta Senasatria (WCS) yang merupakan anak perusahaan dari PT Hanson milik Benny Tjokro.

“Saudara Benny memberikan cash Rp100 miliar, kemudian Rp702 miliar sisanya ditukar kavling,” jelas Hari.

Hari menambahkan, ketika mendapat masukan dari konsultannya, PT Asabri kemudian mengenakan bunga pengembalian pada Benny senilai Rp30 miliar.

“Sehingga yang ditukar kavling bukan Rp702 miliar tapi Rp732 miliar,” tuturnya.

Diketahui Benny Tjokro dan Hari Setianto sama-sama menyandang status terdakwa bersama 6 orang lainnya.

Mereka adalah Dirut Asabri periode 2011–Maret 2016 Rachmat Damiri, Dirut Asabri periode Maret 2016-Juli 2020 Sonny Widjaya.

Kemudian, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra, Heru Hidayat, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Dirut Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo, dan Direktur Keuangan Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014, Bachtiar Effendi.

Jaksa menduga, korupsi di PT Asabri telah menimbulkan kerugian negara mencapai Rp22,788 triliun.

Para terdakwa dikenai Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Benny juga dikenai pasal pencucian uang (TPPU) dengan Pasal 4 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri