Kejati Jabar Tahan Lagi Dua Tersangka Korupsi Posfin

Kejati Jabar Tahan Lagi Dua Tersangka Korupsi PosfinDua tersangka FHR dan YHR (pakai rompi tahanan) sebelum diangkut petugas dari Kejati Jabar ke rumah tahanan.

KEADILAN – Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Barat kembali menahan dua tersangka perkara korupsi PT Posfin. Keduanya FAR dan YHR. Penahanan dilakukan sekitar jam 15.00 WIB di Kejati Jawa Barat di Jalan Naripan 25 Bandung.

Kasus posisi perkarabkorupsi PT Posfin seperti disampaikan Kasi Penkum Kejati Jawa Barat Emil Gozali, adalah penyimpangan dalam penggunaan keuangan secara tidak sah di PT Pos Finansial Indonesia selaku anak perusahaan dari PT Pos Indonesia Tahun 2018 s/d 2020. Adanya dugaan penyimpangan penggunaan keuangan yang dilakukan oleh Direktur PT Posfin berinisial S dan Manager Keuangan dan Akutansi PT Posfin berinisial RDC sekurang-kurangnya sebesar Rp52.612.200.000. Rinciannya Pengadaan alat soil monitoring dan peremajaan lahan (proyek Kementan) yang disubkontrakkan ke PT Pos Finansial Indonesia, padahal proyek tersebut ternyata fiktif sehingga merugikan sebesar Rp19.319.400.000. Pengadaan alat soil monitoring dan peremajaan lahan (proyek Kementan) yang disubkontrakkan ke PT Pos Finansial Indonesia, padahal proyek tersebut ternyata fiktif sehingga merugikan sebesar Rp. 19.319.400.000.

Modus operandinya, tersangka YHR (Direktur PT SANS MITRA INDONESIA) bersama Tersangka FAR (Direktur PT OXELA WIRYA KENCANA) bersepakat mensubkontrakan proyek pengadaan soil monitoring dan peremajaan lahan antara PT Sans Mitrra Indonesia dengan Kementerian Pertanian dengan Nilai Kontrak Rp203 milyar yang ternyata proyek tersebut Fiktif.

Proyek fiktif itu lalu disubkontrakan pada PT Posfin senilai kurang lebih Rp57 milyar dan disepakati bahwa PT Oxela Wirya Kencana selaku vendor atau penyedia barang. Setelah PT Posfin memesan barang dan mentransfer uang ke PT Oxela Wirya Kencana sebesar Rp19.319.000.000 ternyata uang yang diterima PT Oxela Wirya Kecana ditranfer oleh Tersangka FAR ke PT Sans Mitra Indonesia (tersangka YHR) sebesar kurang lebih Rp12.999.000.000. Sedangkan sisanya diambil FAR sebesar kurang lebih Rp6 miliar dan yang riil dibelikan barang oleh Tersangka FAR hanya senilai kurang lebih Rp234 juta.

FAR dan YHR pada Rabu 10 Nopember 2021 telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Penetapan FAR sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor : Print-1165/M.2/Fd.1/11/2021 tanggal 10 Nopember 2021. Sedangkan YHR berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor : Print1164/M.2/Fd.1/11/2021 tanggal 10 Nopember 2021.

Setelah menetapkan sebagai tersangka, penyidik selanjutnya melakukan penahanan pada Tingkat Penyidikan selama 20 hari kedepan terhitung mulai tanggal 10 Nopember 2021 s/d 29 Nopember 2021 yang dititipkan di Rutan Polrestabes Bandung. Kedua tersangka disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1), pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Syamsul Mahmuddin