Kejari Jaksel Tahan 2 Tersangka Korupsi BNI Syariah

Kejari Jaksel Tahan 2 Tersangka Korupsi BNI SyariahKepala Kejari Jakarta Selatan, Nurcahyo JM, saat melakukan vaksinisasi massal di Kejari Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

KEADILAN – Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan akhirnya menetapkan dua tersangka perkara korupsi Bank BNI Syariah. Perkara itu adalah pemberian dan penggunaan pembiayaan Musyarakah kepada PT Capitalinc Finance (CF). Keduanya adalah RF selaku Pengelola Pembiayaan BNI Syariah dan RL selaku Direktur PT CF.

Keduanya juga ditahan oleh penyidik. “Kedua tersangka kita tahan selama 20 hari terhitung mulai tanggal 11 November hingga 30 November 2021,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Nurcahyo JM kepada wartawan, Kamis (11/11).

Dia menyebutkan untuk penahanan kedua tersangka dilakukan terpisah. Tersangka RF ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sedang tersangka RL ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. Keduanya, baik RF maupun RL ditetapkan sebagai tersangka setelah jaksa penyidik pidana khusus Kejari Jakarta Selatan memperoleh bukti yang cukup berupa keterangan dari saksi-saksi sebanyak 28 orang dan sejumlag dokumen yang disita penyidik.

Pihak Kejari Jakarta Selatan menyebutkan bahwa pemberian dan penggunaan pembiayaan Musyarakah oleh PT CF bersama end user dari Bank BNI Syariah telah dinyatakan kolektibilitas 5. Sehingga diduga merugikan keuangan negara dengan outstanding sebesar Rp27,899 miliar sejak Desember 2016. Kredit macet tersebut akibat tersangka RF dalam memproses pemberian pembiayaan yang tidak sesuai ketentuan. Sedangkan RL mengajukan pembiayaan yang tak sesuai dengan ketentuan dan tak melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai debitur.

Kedua tersangka disangka melanggar pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP. Kasus tersebut sebelumnya disidik sejak Agustus 2021 berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajari Jakarta Selatan Nomor : Prin-266/M.1.14/Fd.2/08/2021 tanggal 18 Agustus 2021 jo Surat Penyidikan Nomor : Prin-01/M.1.14/Fd.2/11/2021 tanggal 11 November 2021.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Syamsul Mahmuddin