Palsukan Akta Nikah, WNA Asal Yaman Divonis 33 Bulan Penjara

Palsukan Akta Nikah, WNA Asal Yaman Divonis 33 Bulan PenjaraSidang pembacaan putusan perkara pemalsuan akta nikah dengan terdakwa WNA asal Yaman di PN Jakut, Kamis 11 November 2021. (Charlie)

KEADILAN – Mahmood Hammam yang merupakan WNA asal Yaman dinyatakan terbukti bersalah memalsukan akta nikah untuk mengajukan permohonan izin tinggal tetap (ITAP) di Indonesia. Atas perbuatan tersebut, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menjatuhkan hukuman 2 tahun 9 bulan penjara kepada Mahmood.

“Menyatakan terdakwa Mahmood Hammam telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja memberikan surat atau data palsu, atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh visa atau izin tinggal. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 9 bulan, dan pidana denda Rp300 juta subsider satu bulan penjara,” ujar Hakim Ketua Hotnar Simarmata membacakan putusan, didampingi Boko dan Edi Junaidi sebagai anggota, Kamis (11/11/2021).

Usai membacakan putusan, majelis hakim memberikan waktu satu minggu bagi terdakwa dan M Ridwan selaku kuasa hukumnya, serta JPU Andiran Al Mas’Udi untuk menerima atau menyatakan keberatan. Sidang lalu ditutup.

Pembacaan putusan disaksikan oleh Penyidik Ditjen Imigrasi Lely Herlina dan Ukky Risky yang menangani perkara ini. Selain itu saksi ahli keimigrasian, Edward Robert Silitonga juga turut hadir memantau jalannya persidangan. Sidang ditutup.

Sebelumnya diberitakan, WNA asal Yaman bernama Mahmood Hammam menjadi terdakwa atas tuduhan pemalsuan akta nikah yang ia gunakan untuk mengajukan surat izin tinggal tetap di Indonesia. Pemalsuan akta nikah ini diungkap oleh Kedutaan Besar Yaman, yang kemudian melaporkannya kepada Kantor Imigrasi Jakarta Utara.

Setelah melakukan penelusuran, Direktorat Penyidikan Imigrasi menemukan bahwa buku nikah Mahmood ternyata tidak teregister di KUA Jakarta Utara. Padahal Mahmood mengatakan ia menikah di sana.

Pada sidang sebelumnya JPU Andiran Al Mas’Udi dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan Hadi dari Kejaksaan tinggi DKI Jakarta telah menghadirkan 4 orang saksi, yaitu Mantan Ketua KUA Tanjung Priok Sarapudin yang menerangkan bahwa buku nikah terdakwa adalah palsu. Kemudian tiga saksi lainnya dari Kantor Imigrasi menerangkan, ada laporan dari Kedubes Yaman tentang warganya yang menggunakan buku nikah palsu.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing