Pungli JICT Kembali, Polisi: Tak Perlu Viral, Laporkan! Pasti Langsung Ditindak

Pungli JICT Kembali, Polisi: Tak Perlu Viral, Laporkan! Pasti Langsung DitindakKasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama.

KEADILAN – Aksi pungutan liar yang diberantas pasca adanya atensi Presiden Joko Widodo pada 10 Juni 2021, kembali terjadi dan viral di media sosial pada Rabu lalu(20/10/2021). Dalam video viral itu, terekam aksi seorang operator crane Rubber Tyred Gantry (RTG) meminta uang dari salah satu sopir truk kontainer di kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT).

Selang tiga jam video viral, pelaku yang diketahui berinisal R berhasil diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Sama seperti pelaku pungli yang tertangkap sebelumnya, R juga merupakan salah satu karyawan outsourcing yang bekerja di JICT.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama menjelaskan, kembali terjadinya pungli ini dikarenakan kurangnya pengawasan terhadap para karyawan di JICT. “Sebenarnya ini bukan berulang. Hanya saja yang namanya oknum-oknum ini, begitu pengawasan berkurang ingin coba-coba,” ujar Wiratama saat ditemui di kantornya, Jumat (12/11/2021).

Lebih lanjut dia menjelaskan, alasan R melakukan pungli sebenarnya lebih ke faktor pribadi. Pelaku ingin mencoba-coba cari uang tambahan di luar gaji, untuk kebutuhannya sehari-hari.

Terkait pengamanan, Wiratama memaparkan, polisi sebenarnya telah bekerjasama dengan sekuriti melakukan pengawasan di JICT. Mereka giat melakukan patroli di kawasan tersebut. Selain itu, ada banyak dipasang spanduk-spanduk larangan pungli untuk mencegah peristiwa ini terjadi lagi. Dia juga mengimbau para sopir truk untuk berhenti memberikan uang pungli.

“Kami menghimbau kepada para sopir truk. Kalau ada pungli jangan dibayar, atau kalau pun mau bayar silahkan video kan, dan lapor ke kami. Pasti segera kami ambil langkah. Tidak perlu tunggu viral. Janji saya,” imbaunya.

Wiratama tidak dapat memastikan kapan awal mula terjadinya pungli di JICT. Pihaknya saat ini lebih berfokus pada pencegahan agar pungli tidak terjadi lagi. “Kalau bicara tahunnya, pungli ini mungkin sudah sangat lama mungkin sudah ada. Karena saya juga tidak bisa memastikan. Tetapi yang paling penting adalah langkah ke depan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi dan tidak menjadi budaya di dalam pelabuhan ini,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui kasus pungli di Tanjung Priok terungkap pasca Presiden Joko Widodo menelpon Kapolri pada 10 Juni lalu. Setelah itu polisi menangkap puluhan preman, dan pelaku pungli di lingkungan pelabuhan, termasuk petugas di PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan PT Greet Fortune Container (GFC).

Untuk petugas operator di JICT sendiri telah divonis 5 bulan oleh majelis hakim. Sementara terdakwa lainnya masih menjalani sidang dalam berkas perkara berbeda.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing