Kejati Jabar Tahan Tersangka Kasus Korupsi Kanwil Kemenag

Kejati Jabar Tahan Tersangka Kasus Korupsi Kanwil KemenagAK menggunakan rompi merah saat ditahan penyidik Kejati Jawa Barat.

KEADILAN – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menahan lagi seorang tersangka perkara korupsi. Kali ini tersangka perkara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Barat.

Tersangka yang ditahan penyidik pada 16 November 2021 itu adalah AK. AK adalah Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (MI) Jawa Barat. Ia diduga menggangsir dana BOS yang ditujukan untuk MI di Jawa Barat.

Sebagaimana penjelasan Kasi Penkum Kejati Jawa Barat, Dodi Gazali Emil, AK diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Pengelolaan Dana BOS Madrasah. Dana BOS itu untuk Penggandaan soal-soal Ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT), Penilaian Akhir Semester (PAS), Try Out/TO, USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional), UAMBN (Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional) MI di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2017-2018.

Dugaan tindak pidana korupsi itu bermula pada 2017 dan tahun 2018. Saat itu Kementerian Agama RI mengucurkan dana BOS ke madrasah-madrasah di seluruh Propinsi Jawa Barat. Besaran dana yang dikucurkan sesuai usulan Kantor Kementerian Agama Kab/Kota se Jawa Barat ke Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Barat dan diteruskan ke Kementerian Agama RI.

Madrasah penerima dana BOS dari Kementerian Agama RI yang anggarannya disalurkan melalui DIPA Kementerian Agama Kab/Kota diantaranya untuk membiayai kegiatan penggandaan soal ujian PAS, PAT, TO, dan UAMBN/USBN.

Untuk kegiatan penggandaan soal ujian tersebut, para Kepala MI telah diarahkan oleh pengurus KKMI Kab/Kota dan KKM Propinsi Jawa Barat untuk menunjuk perusahaan tertentu guna melaksanakan penggandaan/pencetakan soal soal ujian. Sebab ada kesepakatan akan diberikan Cash Back atau CSR (Corporate Social Responsibility).

Dari hasil rapat antara KKMI Kab/kota dengan KKMI Propinsi Jawa Barat disepakati harga untuk pembayaran naskah soal ujian. Rinciannya, PAS sebesar Rp16.000,-/siswa; PAT sebesar Rp16.000,-/siswa; TO sebesar Rp58.400,-/siswa;
USBN sebesar Rp22.500,-/siswa; dan UAMBN sebesar Rp22.500,-/siswa.

Kesepakatan harga tersebut dimaksudkan agar supaya pihak KKM Propinsi Jawa Barat dan KKM Kab/Kota mendapatkan Fee atau cash back atau CSR dari perusahaan dan menyetujui dalam penunjukan perusahaan CV Mitra Cemerlang Abadi (CV MCA) sebagai pelaksana pengadaan soal ujian Madrasah.
Bahwa dari cash back atau CSR yang diberikan pihak perusahaan, diduga KKMI Propinsi Jawa Barat dan KKMI Kab/Kota menerima sejumlah dana. Rinciannya, KKMI Propinsi Jawa Barat sebesar Rp1.217.014.000,-
Dan KKMI Kab/Kota sebesar Rp 6.821.582.420.

“Penahanan AK
dilakukan dua puluh hari ke depan dan tersangka ditahan di Rutan Polrestabes Bandung.
Sementara pasal yang disangkakan adalah pasal 2, pasal 3, pasal 11 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” ujar Dodi dalam releasw tertulisnya kepada Keadilan.id.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Syamsul Mahmuddin