Perkara Babi Ngepet, JPU Dianggap Keliru Menjatuhkan Tuntutan 

Perkara Babi Ngepet, JPU Dianggap Keliru Menjatuhkan Tuntutan Sidang perkara babi ngepet di Pengadilan Negeri Depok. Foto: keadilan/RF

KEADILAN- Penasehat hukum terdakwa kasus hoaks babi ngepet, Adam Ibrahim (44) menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) keliru dalam menyampaikan penuntutan.

Hal tersenut diungkapkan salah satu penasehat hukum terdakwa,  Eri Edison dalam sidang dengan agenda pledoi (pembelaan) di Pengadilan Negeri Depok, Selasa (16/11/2021).

“Kami tidak sependapat dengan tuntutan yang disampaikan JPU, karena kami menganggap berita bohong yang disampaikan terdakwa Adam Ibrahim, tidak sempat menimbulkan keonaran, kegaduhan sampai pada kekisruhan,” ujarnya.

Pada persidangan 9 November 2021, JPU mengajukan tuntutan tiga tahun penjara kepada Adam Ibrahim atas dugaan penyebaran berita bohong yang menyebabkan keonaran di masyarakat.

Terlebih lagi lanjut Edison, JPU mengaitkan perkara itu dengan kasus Ratna Sarumpaet, sehingga sangat keliru. Karena jelas sekali kasus Ratna Sarumpaet bernuansa politik.

“JPU terlalu membesar- besarkan kasus babi ngepet dengan kasus berita bohong Ratna Sarumpaet.  JPU telah keliru menilai kejadian yang dilakukan terdakwa dihubungkan dengan kasus Ratna Sarumpaet,” tandasnya.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Rahmat Fauzi