Nasi Kotak Beracun PSI, Polisi: Tunggu Hasil Puslabfor

Nasi Kotak Beracun PSI, Polisi: Tunggu Hasil PuslabforKanit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Iptu Asman Hadi menjelaskan perkara nasi kotak PSI di Polres Metro Jakut, Selasa, 17 November 2021. (Charlie)

KEADILAN – Perkara nasi kotak Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebabkan 23 warga Koja, Jakarta Utara keracunan, masih dalam penyelidikan. Polisi mengatakan sampai saat ini masih menunggu hasil dari pengujian sampel nasi kotak PSI dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

“Kami masih menunggu hasil dari Puslabfor. Nantinya, dari hasil tersebut kita baru kita baru dapat melanjutkan. Dalam kasus seperti ini, dasarnya yang paling penting. Untuk itu kita perlu pastikan terlebih dahulu hasil uji lab,'” ujar Kanit Resmob Sat Reskrim Polres J Rpakarta Utara (Jakut) Iptu Asman Hadi di kantornya, Rabu (17/11/2021).

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta didampingi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diketahui telah menyelesaikan pengujian sampel nasi kotak PSI sejak 29 Oktober lalu. Dalam hasil pengujian sampel tersebut mereka menyatakan bahwa ada bakteri E-Coli yang melebihi batas aman dalam nasi kotak PSI.

Terkait hal ini Asman mengatakan, Puslabfor tidak hanya menguji adanya bakteri, tapi juga kemungkinan adanya racun dalam nasi kotak tersebut. “Jadi kalau dari kita itu tidak hanya bakteri yang diuji, tapi juga racun. Ini kan perlu hati-hati. Kami juga saat ini sebenarnya sudah meminta hasil pengujian dari Dinkes. Hasil uji tersebut akan kita gunakan sebagai pembanding,” katanya.

Asman menjelaskan, sampai saat ini pihaknya telah memanggil banyak saksi. Saksi tersebut antara lain, dua orang pelapor, korban keracunan, pembuat nasi kotak PSI, dan saksi dari pihak PSI. Namun baru dua orang yang memenuhi panggilan tersebut.

“Kita sudah memanggil saksi-saksi. Dari pelapor, pemilik katering, sampai dokter juga kita pangil. Tetapi sampai saat ini baru dua orang yang hadir dan kita periksa,” kata Asman.

Lebih jauh Asman memaparkan, untuk pemilik katering yang diketahui berinisial E, sampai saat ini belum dapat menghadiri panggilan karena sedang dirawat di rumah sakit. “Si pembuatnya itu sudah kita panggil. Tetapi dia tidak bisa hadir karena sedang sakit. Dia dirawat di rumah sakit,” ujar Asman.

Diberitakan sebelumnya, 23 warga Koja mengalami keracunan setelah mengkonsumsi nasi kotak berlogo PSI pada Minggu (24/10/2021). Terkait hal ini Pimpinan Daerah PSI Jakut Darma Utama telah meminta maaf dan mengatakan akan melakukan investigasi.

Selain itu, penyedia nasi kotak tersebut juga sempat menyampaikan permohonan maafnya. “Saya sudah bekerja sama dalam PSI menyediakan makanan untuk program Rice Box ini sejak Agustus lalu, dan sudah memasak 1.000 kotak nasi untuk Rice Box. Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis PSI.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing