Wakil Jaksa Agung: WBK dan WWBM Bukan Bersifat Seremonial

Wakil Jaksa Agung: WBK dan WWBM Bukan Bersifat SeremonialWakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi

KEADILAN – Pelaksanaan pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) jangan dianggap sebagai kegiatan bersifat seremonial. Seluruh jajaran Kejaksaan Agung harus bekerja keras dalam mewujudkan hal tersebut.
Demikian ditegaskan Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi dalam kunjungan kerjanya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat guna memonitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM, Kamis (18/11/2021).

Dalam kesempatan itu Wakil Jaksa Agung mengapresiasi kerja keras Kejati Kalimantan Barat. Meski demikian, Untung mengingatkan agar semua capaian yang telah diperoleh harus dipertahanan dan ditingkatkan lagi guna meraih capaian kinerja yang lebih optimal.

“Saya ingatkan bahwa membangun integritas, pimpinan tidak bisa bekerja sendiri tanpa dibantu oleh jajarannya. Saat ini masyarakat sudah semakin cerdas, tingkat pengetahuan dan wawasannya juga lebih luas, sehingga mereka lebih cepat dan sensitive, untuk itu mari kita jaga bersama-sama dan jabarkan 7 (tujuh) program Jaksa Agung dan perintah harian sebagai pedoman agar kita bisa bekerja sesuai harapan visi dan misi kejaksaan. Jangan sampai pencanangan dan penandatangan komitmen bersama hanya sebagai retorika dan seremonial saja,” ujarnya.

Dibagian lain, Jaksa Agung bangga terhadap perubahan serta inovasi yang dilakukan Kejati Kalimantan Barat. Hal itu menunjukkan kerjasama yang dibangun pimpinannya dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta penegakkan hukum yang berkeadilan.

“Banyak perubahan yang telah dilakukan, mulai dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dimana masyarakat bisa mengetahui baik itu mengenai penanganan perkara maupun informasi lainnya dengan menggunakan sarana Informasi Teknologi (IT) yaitu media center yang berbasis website dengan penguatan peningkatan pada 6 (enam) area perubahan,” ujarnya di hadapan Kajati Kalimantan Barat, Masyhudi.

Sementara itu Masyhudi mengatakan, dalam rangka mewujudkan pembangunan Zona Integritas, khususnya dalam pelayanan publik, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan bakti sosial. Di antaranya vaksinasi serentak oleh Kejati Kalbar dan Kejari/Cabjari se-Kalbar guna mencegah penyebaran virus covid 19. Selain itu juga memberikan bantuan berupa sembako dan obat-obatan terhadap korban banjir di Kab. Sekadau, Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sanggau.

“Capaian kinerja yang telah dilaksanakan oleh masing-masing bidang (Intelijen, Pidana Khusus, Pidana Umum, Pengawasan, dan Pembinaan) yang telah bekerja melebihi dari anggaran yang tersedia, jangan jadikan ketidaksediaan anggaran menjadikan hambatan kita untuk bekerja. Kami berkomitmen tetap melakukan pelayanan prima kepada masyarakat dan motto Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat adalah Kejati Kalbar Prima,” kata Masyhudi menandaskan.

Dalam kesempatan tersebut Setia Untung dan Masyhudi juga memberikan arahan kepada siswa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 78 Kelas VI di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Kalimantan Barat.

“Para calon jaksa akan menjadi kader pimpinan kejaksaan di masa yang akan datang. Mereka harus berjiwa Tri Krama Adhyaksa dan menjadi jaksa yang professional, berintegritas, serta memupuk jiwa korsa dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangan yang diemban. Tantangan sebagai penegak hukum kelak sangatlah dinamis,” katanya.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Syamsul Mahmuddin