Dua Terdakwa Perkara Pembangunan Masjid Sriwijaya Divonis 12 Tahun, Lainnya Nyusul

Dua Terdakwa Perkara Pembangunan Masjid Sriwijaya Divonis 12 Tahun, Lainnya NyusulSuasana sidang lapangan yang pernah digelar majelis hakim ke lokasi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

KEADILAN – Kerja keras penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan membuahkan hasil. Perkara korupsi Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya sudah dinyatakan terbukti sebagai tindak pidana korupsi. Dua dari empat orang terdakwa akhirnya dihukum 12 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan.
Kedua terdakwa itu adalah Eddy Hermanto dan Syarifuddin. Eddy Hermanto adalah mantan Kepala Dinas PUCK Sumatera Selatan. Sedangkan Syarifuddin adalah Ketua Divisi Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Keduanya divonis Majelis Hakim Tipikor Palembang yang dipimpin Sahlan Effendi dalam sidang yang digelar, Jumat (19/11). Dalam petikan amar putusan, majelis hakim mengatakan bahwa berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, para terdakwa terbukti memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi.

Majelis hakim juga sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) mengenai pasal yang dijeratkan kepada terdakwa. Yaitu melanggar pasal 2 ayat (1) UU Tipikor. Keduanya menurut majelis hakim juga terbukti melanggar Pasal 12 b karena menerima gratifikasi dalam dugaan kasus korupsi pembanguan Masjid Raya Sriwijaya.
“Mengadili dan menjatuhkan pidana penjara kepada para terdakwa dengan pidana masing-masing selama 12 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan,” tegas Sahlan saat membacakan vonis kepada para terdakwa.

Tidak hanya itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan mengganti kerugian negara. Yaitu wajib membayar uang pengganti kepada terdakwa Eddy Hermanto sebesar Rp218 juta dan terdakwa Syarifuddin sebesar Rp1,6 miliar.

“Apabila tidak sanggup membayar maka harta bendanya dapat disita, jika harta benda yang disita tidak mencukupi mengganti uang pengganti maka untuk Eddy Hermanto diganti hukuman 2 tahun penjara dan Syarifudin 2 tahun 6 bulan penjara,” tambah Sahlan.
Sebelumnya, dalam pertimbangan hal yang memberatkan para yakni para terdakwa tak mengakui dan menyesali perbuatannya, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan.

Atas putusan itu, dua terdakwa yang dihadirkan secara visual dengan tim penasihat hukumnya kompak menyatakan banding. Sementara tim JPU Kejati Sumsel, menyatakan pikir-pikir setelah diberikan waktu tujuh hari guna menentukan sikap menerima atau banding.
Putusan yang telah dijatuhkan kepada kedua terdakwa ini sebenarnya jauh lebih rendah dari tuntutan JPU Kejati Sumsel. Pasalnya pada persidangan sebelumnya kedua terdakwa dituntut pidana masing-masing selama 19 tahun penjara.

Sementara, untuk sidang vonis dua terdakwa lainnya yakni Yudi Arminto serta Dwi Kridayani masih digelar sejak pukul 14.00 WIB setelah Sholat Jum’at. Sampai berita ini diturunkan persidangan belum selesai.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Syamsul Mahmuddin