Kontraktor Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Divonis 11 Tahun

Kontraktor Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya  Divonis 11 TahunPembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang terbengkalai bertahun-tahun.

KEADILAN – Dua terdakwa dari pihak kontraktor proyek pembangunan Masjid Raya Sriwijaya divonis 11 tahun pemjara. Keduanya yakni Yudi Arminto dan Dwi Kridayani. Mereka dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan, bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam sidang yang digelar, Jumat (19/11) sore.

“Mengadili dan menjatuhkan pidana penjara kepada kedua terdakwa dengan pidana 11 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan,” tegas Ketua Majelis Hakim Sahlan Eefendi saat membacakan vonis.

Selain dijatuhkan pidana penjara, kedua terdakwa juga dikenakan pidana tambahan wajib membayar uang pengganti sebesar Rp2,5 miliar rupiah. “Apabila terdakwa tidak sanggup mengganti, maka harta benda dapat disita, dan apabila nilai tidak mencukupi diganti dengan pidana penjara selama empat tahun,” ujar Sahlan.

Sebagaimana diketahui penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan membongkar perkara korupsi Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya. Selain menggiring Yudi dan Dwi, Kejati Sumsel juga menggiring Eddy Hermanto dan Syarifuddin. Eddy Hermanto adalah mantan Kepala Dinas PUCK Sumatera Selatan. Sedangkan Syarifuddin adalah Ketua Divisi Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Eddy dan Syarifuddin beberaja jam sebelumnya divonis Majelis Hakim Tipikor Palembang yang dipimpin Sahlan Effendi dalam sidang yang digelar, Jumat (19/11). Dalam petikan amar putusan, majelis hakim mengatakan bahwa berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, para terdakwa terbukti memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi.

Majelis hakim juga sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) mengenai pasal yang dijeratkan kepada terdakwa. Yaitu melanggar pasal 2 ayat (1) UU Tipikor. Keduanya menurut majelis hakim juga terbukti melanggar Pasal 12 b karena menerima gratifikasi dalam dugaan kasus korupsi pembanguan Masjid Raya Sriwijaya.

“Mengadili dan menjatuhkan pidana penjara kepada para terdakwa dengan pidana masing-masing selama 12 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan,” tegas Sahlan saat membacakan vonis kepada para terdakwa.

Tidak hanya itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan mengganti kerugian negara. Yaitu wajib membayar uang pengganti kepada terdakwa Eddy Hermanto sebesar Rp218 juta dan terdakwa Syarifuddin sebesar Rp1,6 miliar.

“Apabila tidak sanggup membayar maka harta bendanya dapat disita, jika harta benda yang disita tidak mencukupi mengganti uang pengganti maka untuk Eddy Hermanto diganti hukuman 2 tahun penjara dan Syarifudin 2 tahun 6 bulan penjara,” tambah Sahlan.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Syamsul Mahmuddin