KPK Minta Polisi dan Jaksa Samakan Pemahaman

KPK Minta Polisi dan Jaksa Samakan PemahamanWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata

KEADILAN – Dalam penanganan tindak pidana korupsi, para aparat penegak hukum yang terdiri dari kejaksaan, kepolisian, dan auditor diminta untuk menyamakan pemahamannya. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada disparitas saat suatu perkara ditangani oleh aparat penegak hukum yang berbeda. Demikian yang disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata dalam keterangannya, Senin (22/11).

Alex menyebutkan banyak sekali disparitas yang mengganggu rasa keadilan. “Perlu ada penyamaan pemahaman karena undang-undang dan peraturannya sama,” sebutnya.

Dalam upaya pemberantasan korupsi, lanjut Alex, KPK telah menginisiasi sinergi dengan segenap instansi, yaitu membangun sistem SPDP “online” sebagai sistem pelaporan penanganan perkara tipikor melaksanakan kegiatan koordinasi dan supervisi penanganan perkara tipikor secara bersama-sama dengan perwakilan dari Bareskrim Polri dan Jampidsus Kejaksaan Agung RI.

Kemudian, memberikan bantuan/fasilitasi kepada kejaksaan dan kepolisian dalam penanganan perkara tipikor yang mengalami hambatan dan melaksanakan pelatihan dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan aparat penegak hukum di daerah.

Ia mengharapkan forum pelatihan bersama akan menyamakan pola tindakan dalam penanganan tipikor agar tercipta keadilan bagi setiap pihak, termasuk mendorong penerapan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penanganan perkara tipikor.

“Tujuannya untuk memaksimalkan pengembalian kerugiaan keuangan negara dan merampas aset-aset dari hasil tipikor,” tegasnya.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Chairul Zein