Soal Ibadah Umrah ke Arab Saudi, Ini Saran Ketua MPR RI untuk Kemenag

Soal Ibadah Umrah ke Arab Saudi, Ini Saran Ketua MPR RI untuk KemenagIlustrasi Ibadah haji dan umroh.

KEADILAN – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk melakukan komunikasi yang baik dan intensif dengan otoritas haji dan umrah Arab Saudi.

Hal tersebut kata Bambang menyikapi persyaratan pelaksanaan ibadah umrah atau haji khususnya mengenai persyaratan vaksinasi yang ditetapkan Arab Saudi yang berbeda dengan di Indonesia.

Bambang juga meminta Kemenag untuk terus melakukan komunikasi untuk meyakinkan otoritas Arab Saudi bahwa Indonesia berkomitmen untuk taat aturan protokol kesehatan.

“Terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 sehingga otoritas Arab Saudi yakin bahwa jamaah Indonesia yang akan melakukan ritual ibadah umrah bebas Covid-19,” ujar Bambang kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Selanjutnya Bambang meminta komitmen pemerintah untuk terus mengupayakan terlaksananya ibadah umrah atau haji dengan persyaratan yang mampu dipenuhi oleh calon jamaah.

Diketahui, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan hanya jemaah yang divaksinasi lengkap dengan dua dosis vaksin Covid-19, yang diizinkan untuk mengajukan izin umrah dan salat di Masjidil Haram di Mekah mulai Minggu, 10 Oktober 2021. Syarat tersebut juga berlaku untuk permohonan izin mengunjungi Rawdah Syarif dan makam Nabi Muhammad di Masjid Nabawi di Madinah.

Selain syarat terbaru yang telah disebutkan di atas, Pemerintah Arab Saudi tetap memberlakukan persyaratan lain di antaranya usia jemaah yang boleh umrah adalah 18 tahun sampai 60 tahun. Tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid, berdasarkan ketentuan Kemenkes RI. Menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak lain atas risiko yang ditimbulkan akibat Covid-19.

Selain itu jemaah juga harus bebas Covid-19, dibuktikan dengan asli hasil PCR/swab test yang dikeluarkan rumah sakit atau laboratorium yang sudah terverifikasi Kemenkes dan berlaku 72 jam sejak pengambilan sampel hingga waktu keberangkatan atau sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi.

Editor      : Penerus Bonar
Reporter : Odorikus Holang