Waja Pimpin Pemindahan Makam Jaksa Agung RI Pertama ke Cibinong

Waja Pimpin Pemindahan Makam Jaksa Agung RI Pertama ke CibinongWakil Jaksa Agung (Waja), Setia Untung Arimuladi memimpin upacara pemindahan makam Jaksa Agung RI pertama, Gatot Taroenamihardja, dari TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan ke Taman Makam Pusara Adhyaksa, Cibinong, Kabupaten Bogor.

KEADILAN – Wakil Jaksa Agung (Waja), Setia Untung Arimuladi memimpin prosesi dan upacara pemindahan makam Jaksa Agung RI pertama, Gatot Taroenamihardja, dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan ke Taman Makam Pusara Adhyaksa, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Untung yang juga Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) menyatakan, bahwa makam Jaksa Agung RI Pertama tersebut bisa menjadi ikon di Pusara Adhyaksa, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. “Ini akan menjadi ikon makam di Pusara Adhiyaksa. Satu-satunya Pusara Adhyaksa itu adanya di Cibinong ya. Sudah sejak dulu,” ujar Untung usai memimpin upacara pemakaman di Taman Makam Pusara Adhyaksa, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (25/11/2021).

Makam Raden Gatot Taroenamihardja ditempatkan paling depan dekat pintu gerbang masuk Taman Makam Pusara Adhyaksa yang terletak di areal Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor.

Menurut Wakil Jaksa Agung, pemindahan makam mendiang Raden Gatot Taroenamihardja itu sudah direncanakan sejak tahun 2019. Saat itu Untung menerima informasi bahwa terdapat makam Jaksa Agung RI pertama di TPU Menteng Pulo.

“Saat tahun 2019, saya selaku Ketua Persatuan Jaksa Indonesia mendapat informasi, kita cek ke sana kemudian saya menghubungi keluarga yang bersangkutan untuk pemindahan, keluarga menyetujui agar lebih terawat dan diperhatikan,” ungkapnya.

Diketahui, Gatot Taroenamihardja merupakan sosok Jaksa Agung pertama yang menjabat pada 12 Agustus hingga 22 Oktober 1945. Beliau lahir di Sukabumi pada 24 November 1901. Dan wafat pada tanggal 24 Desember 1971.

Namun Gatot kembali dipercaya oleh Presiden Soekarno sebagai Jaksa Agung RI kelima, menggantikan R Soeprapto, dengan masa tugas 1 April 1959 sampai 22 September 1959. Karena itu, Gatot Taroenamihardja menjadi orang pertama yang dua kali memegang jabatan Jaksa Agung RI.

Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi menambahkan, sosok Gatot Taroenamihardja juga dikenal sebagai jaksa yang tegas dalam tekadnya memberantas korupsi. Salah satunya kasus korupsi yang ditanganinya melibatkan sejumlah oknum tantara.

Adapun alasan pemindahan makam tersebut dilakukan agar makam Jaksa Agung RI yang pertama berada di bawah kepengurusan PJI. “Jadi, pemindahan makam beliau (Gatot Taroenamihardja) sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya yang dikenal sebagai Jaksa Agung yang berani menegakkan hukum di Tanah Air,” kata Untung menandaskan.

Upacara pemakaman sendiri juga dihadiri para pejabat eselon I dan II Kejaksaan Agung, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bogor, hingga jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Pradana Ganda Subrata yang mewakili keluarga Raden Gatot Taroenamihardja mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kejaksaan Agung atas pemindahan makam paman dari ayahnya yang bernama Purwoto Ganda Subrata.

“Kami sangat berterima kasih, beliau (Raden Gatot Taroenamihardja) memang tidak memiliki putra kandung, sehingga dengan dipindahkan (makamnya) merupakan suatu kehormatan bagi kami, ini pemakaman khusus jaksa-jaksa,” ujarnya.

Dia mengenang mendiang kakeknya itu merupakan pribadi yang jujur, sederhana, dan berdedikasi tinggi. “Karena beliau memang sangat sederhana. Ini cerita dari almarhum ayah saya. Tahun 1950-an ayah saya sudah hakim, kemudian berkunjung ke rumah beliau di ruang tamu duduknya di tikar, sesederhana itu,” kenang Pradana

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Syamsul Mahmuddin