Mantan Petinggi BAIS Protes,  Komisi A DPRD Kota Depok Sidak ke Perumahan Reiwa

Mantan Petinggi BAIS Protes,  Komisi A DPRD Kota Depok Sidak ke Perumahan ReiwaKomisi A DPRD Kota Depok sidak kr Perumahan Reiwa Town. Foto: istimewa

KEADILAN- Komisi A DPRD Kota Depok melakukan inspeksi mendadak ke Perumahan Reiwa Town, Kelurahan Duren Seribu, Bojongsari, Kota Depok. Sidak dipimpin politisi Partai Gerindra Hamzah.

“Maksud kedatangan kami untuk meninjau permasalahan yang sedang ramai diberitakan di media, terkait dugaan penipuan yang dilakukan Burhanudin terhadap mantan Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS) Emack Syadzily,” kata Hamzah, Selasa (30/11/2021).

Pihaknya meninjau langsung proyek pembangunan perumahan tersebut terutama menyangkut syarat Prasarana Utilitas (PSU) untuk memperoleh izin mendirikan bangunan (IMB) Perumahan Reiwa.

Dari hasil sidak yang dilakukan Komisi A DPRD Kota Depok, mereka menemukan beberapa poin penting. Antara lain IMB yang sudah diperoleh pengembang  seluas 18 hektar pada 2019 lalu.

“Ya terkait perizinan memang IMB – nya sudah keluar seluas 18 hektar tahun 2019. Ini kan ada keterkaitan dengan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang bermasalah dan telah dilaporkan Emack Syadzily,” sambungnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, maka DPRD Kota Depok menyarankan agar lahan fasos, fasum diganti atau merevisi semua perizinan yang ada.

“Jika mereka (pengembang) tidak bersedia melakukan itu, kami akan melakukan penghentian semua kegiatan yang ada di perumahan Reiwa,” tegasnya.

Menurut Hamzah, pihaknya juga telah memanggil pengembang perumahan tersebut dan mereka berjanji akan menyelesaikan persoalan ini.

“Ya, pihak pengembang siap mencari solusi, baik dengan pak Emack Syadzili maupun penyerahan fasos dan fasum,” tuturnya.

Hamzah menambahkan, akan ada pertemuan untuk negosiasi karena Emack sudah memilih angka ganti rugi.

Berkaca dari masalah ini, DPRD Kota Depok mengingatkan agar pemerintah daerah lebih berhati-hati dalam menerima kelengkapan dokumen maupun berkas- berkas yang berkaitan dengan lahan fasum dan fasos.

“Dengan kasus ini, kami akan menanyakan data yang lebih detil keabsahannnya, supaya ke depan kasus serupa jangan terulang,” tutupnya.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Rahmat Fauzi