Heru Hidayat Akui Dapat Rekomendasi Membantu Asabri

Heru Hidayat Akui Dapat Rekomendasi Membantu AsabriKomisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Foto: keadilan/AG

 

KEADILAN- Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat mengakui mendapat rekomendasi untuk membantu permasalahan PT Asabri.  Hal itu terungkap  saat ia menjadi saksi mahkota sekaligus terdakwa dalam perkara perusahaan plat merah itu.

Heru menjelaskan, awalnya ia menagih saham IIKP dan sebagian saham kecil-kecilnya dari perusahaan sekuritas milik Bety

Waktu itu dirinya mempunyai hutang kepada Bety sebesar Rp100 miliar. Sebagai jaminannya, saham-saham Heru diberikan kepada Bety senilai Rp700 miliar.

“Waktu saya mau melunasi sekitar tahun 2015-2016. “Ini saya mau lunasin, barang saham saya mana? Nah, Bety tidak bisa mengembalikan barang saham saya. Bety menjawab “wah saya sudah jual barangnya ke Asabri,” ucap Heru di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Heru marah kepada Bety lantaran saham-saham miliknya dijual tanpa sepengetahuan dan persetujua dia.

Meski dirinya mempunyai  12 rekening efek di PT Millenium Sekuritas milik Bety, namun tetap menilai Bety tidak jujur dalam berbisnis.

Akhirnya, Heru meminta kepada Bety untuk dipertemukan dengan pihak Asabri agar sahamnya bisa kembali.

“Waktu itu saya dipertemukan dengan Pak Harry Setianto dan ada Bety juga. Nah, saya tanyakan (soal sahamnya). Pak Harry mengatakan, “Lah ini sahamnya Asabri kok diminta bagaimana?,” ujar Heru.

“Nah, saya tanya ke Bety, “Hak mu apa kok jual saham saya ke Asabri?” Bety tidak bisa jawab. Akhirnya, saya marah kemudian saya paksa bikin surat pernyataan. Dia hutang saham saya dan sebagian ada yang dijual. Jumlahnya komplit itu,” sambung Heru.

Diketahui, Harry Setianto merupakan Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019.

Dari situ Heru ditawarkan untuk membantu permasalahan Asabri.  Kebetulan Asabri sedang dilanda krisis. Saham-saham yang diperoleh Asabri mengalami penurunan yang sangat drastis yakni saham SUGI dan saham LCGP.

“Akhirnya, Pak Harry bilang “udah lah kalau barang (saham) mu mau balik, sekalian nih kita ada masalah, bisa tidak kita diskusi?,” kata Heru meniru ucapan Harry.

Kemudian Heru diundang ke Asabri untuk berdiskusi. Diketahui ternyata banyak saham yang bermasalah. Namun yang paling fatal adalah saham SUGI dan LCGP.

“Kalau LCGP mengalami penurunan dari perolehan Asabri. Misalkan Asabri beli di 600 kemudian sahamnya turun ke 100 atau ke 150. Kalau SUGI dari 1000 ke 50 namanya auto reject, itu super bermasalah. Jadi untuk dijual saham SUGI sudah tidak bisa. Nah, kalau LCGP masih bisa dijual, tapi harganya turun kalau tidak salah 150 dari harga perolehan 600,” jelas Heru.

Untuk membantu permasalahan Asabri, Heru berinisiatif meminta tolong kepada temannya, Piter Rasiman agar membeli saham-saham Asabri. Namun, dia tidak mengetahui apakah pembelian saham SUGI dan LCGP dilakukan atas pribadi atau perusahaan Piter Rasiman.

 

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri