Sidang Perkara Narkoba: Saksi Ragu Nia dan Ardi Bakrie Baru Sekali Nyabu

Sidang Perkara Narkoba: Saksi Ragu Nia dan Ardi Bakrie Baru Sekali NyabuTiga penyidik dari Polres Jakarta Pusat menjadi saksi persidangan Nia dan Ardi Bakrie. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Sidang dakwaan penyalahgunaan narkotika dengan terdakwa Nia Ramadhani bersama suaminya Ardi Bakrie di gekar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang menghadirkan tiga saksi verbal lisan, atau penyidik yang melakukan penangkapan terhadap para terdakwa.

Tiga penyidik kepolisian Polres Jakarta Pusat tersebut adalah Agus Sudiono, Hendra Gunawan, dan
Beni Santoso Pandiangan.

Benny Santoso menyebutkan, istri Ardi Bakrie itu seperti orang ketakutan saat diamankan oleh pihak kepolisian. Nia gemetar dan telihat grogi.

Melihat hal itu, Benny mengaku tidak terlalu memeriksa Nia. Sebab kondisinya tidak memungkinkan untuk diinterogasi.

“Sepertinya kurang tidur. Mungkin fisiknya enggak nerima saat diamankan makanya kita tidak terlalu menginterogasi. Kami lihatnya kasian, banyak nangis, nangis terus,” tutur Benny di dalam ruang sidang PN Jakarta Pusat, Kamis (2/11/2021).

Saat diinterogasi, Nia mengaku baru sekali menggunakan barang terlarang itu. Namun saat ditangkap efek dari penggunaan narkiba masih terus berlanjut.

“Pengakuan saat itu baru pertama kali. Makainya pagi atau malam sebelumnya,” jelasnya.

Mendengar keterangan saksi, majelis hakim merasa heran. Ia berkelakar mengenai pemakaian sabu tersebut.

“Orang pagi-pagi sarapan ini malah nyabu,” kata Hakim Ketua Muhammad Damis

Meskipun mengaku baru pertama kali, namun sikap Nia tidak menunjukkan hal itu. Polisi menilai, Nia dan Ardi Bakrie sudah lebih dari sekali menggunakan sabu, karena perubahan sikapnya yang mengarah seperti orang ketergantungan.

“Ada beberapa tanda-tanda fisik bagi para pengguna narkotika. Satu susah tidur, mukanya kusut, bicara ngelantur seperti tidak normal. Kedua ini sedikit mengarah tidak normal,” tutur Benny.

Hakim Ingatkan Para Terdakwa

Sebelum sidang berakhir, hakim  Damis mengingatkan, Nia dan Ardi Bakrie agar menghindari praktik suap-menyuap untuk mengurus perkara.

Peringatan tersebut juga berlaku untuk satu terdakwa lainnya, Zen Vivanto agar tidak berkomunikasi dengan pihak lain selain tim penasihat hukum.

Damis menegaskan, tidak menoleransi perbuatan suap-menyuap untuk pengurusan perkara. Ia meminta agar ketiga terdakwa menjalani persidangan sesuai aturan yang telah ditentukan.

“Saya tidak mengenal pihak yang berperkara termasuk penuntut umum untuk berurusan dengan majelis hakim. Apalagi kalau berbicara tentang suap-menyuap. Paham?” tanya Damis kepada tiga terdakwa tersebut.

“Jangan membuat berbagai macam alasan untuk mempersulit proses pemeriksaan perkara saudara. Hal yang sama juga saya harapkan dari tim penasihat hukum,” pungkas  Damis.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri