Azis Syamsuddin Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Robin Pattuju

Azis Syamsuddin Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Robin PattujuEks Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin didakwa menyuap eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain sebesar Rp3.099.887.000 dan 36.000 dolar AS atau Rp536.688.000 (kurs hari ini). Total uang sekitar Rp3,64 miliar.

Uang itu diduga diserahkan Azis agar Robin dan Maskur membantu dirinya dan Aliza Gunado lepas dari penyelidikan dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah 2017.

“Memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu terdakwa (Azis) telah memberi uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp3.099.887.000 dan dan 36.000 dolar AS,” ujar jaksa penuntut umum KPK, Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12/2021).

Dalam dakwaan dijelaskan, sejak 8 Oktober 2019 KPK tengah menyelidiki dugaan penerimaan hadiah terkait pengurusan DAK Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2017.

KPK kemudian memperbarui surat itu dengan mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-45/ 01/ 02/ 2020 tanggal 17 Februari 2020. Diduga ada keterlibatan Azis dan Aliza Gunado sebagai pihak penerima suap.

Saat kasus tengah diusut, Azis dan Aliza diduga mengetahui akan terseret dalam kasus itu. Keduanya lantas mencari cara agar namanya tidak dikaitkan dalam perkara yang diusut KPK.

“Terdakwa dan Aliza Gunado ikut diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji. Oleh karenanya terdakwa (Azis) lalu meminta bantuan Agus Supriyadi (polisi) untuk dikenalkan dengan penyidik KPK, dan akhirnya Agus Supriyadi berhasil mengenalkan Stepanus Robin Pattuju kepada terdakwa,” sambung jaksa Lie.

Azis lantas bertemu Robin dan Maskur di rumah dinasnya, pada awal Agustus 2020. Dalam pertemuan itu, Azis meminta mereka berdua mengurus kasus yang melibatkannya dan Aliza Gunado.

“Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain menyampaikan kesediaannya untuk membantu dengan imbalan uang sejumlah Rp4.000.000.000,” ujarnya.

Menurut jaksa, Azis setuju dengan permintaan Robin tersebut. Azis lalu memberikan uang muka sebesar Rp300 juta. Secara bertahap, politikus Partai Golkar itu memberikan sejumlah uang kepada Robin dan Maskur sejak Agustus 2020 sampai Maret 2021.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyiapkan dua dakwaan kepada Azis. Pertama, Azis didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kedua, Azis didakwa melanggar Pasal 13 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri