Robin Pattuju dan Maskur Husain Dituntut Bervariasi

Robin Pattuju dan Maskur Husain Dituntut BervariasiEks Penyidik KPK Robin Pattuju dan Maskur Husain jalani sidang tuntutan di Pemgadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Mantan penyidik KPK Stephanus Robin Pattuju dituntut 12 tahun penjara denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum (JPU) KPK.

Selain Robin, jaksa KPK juga menuntut pengacara Maskur Husain dengan tuntutan 10 tahun penjara denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.

Jaksa meyakini Robin dan Maskur bersalah menerima suap yang totalnya Rp11 miliar dan 36 ribu dolar AS atau setara Rp11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK. Uang itu diterima dari sejumlah pihak.

“Menuntut supaya majelis hakim menyatakan kepada para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan pertama,” ucap jaksa KPK Lie Putra Setiawan.

Mereka yang memberi suap ke Robin adalah Walikota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial senilai Rp1.695.000.000, mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp3.099.887.000 dan 36.000 dolar AS, eks Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp507.390.000, Usman Effendi sejumlah Rp525.000.000, dan mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebesar Rp5.197.800.000.

Jaksa menilai, Robin dan Maksur bekerja sama untuk meyakini sejumlah orang untuk memberi suap berkaitan dengan perkara mereka di KPK. Robin dan Maskur Husain membagi dua uang yang diterima.

“Bahwa terdakwa (Robin) dan Maskur Husain menerima uang dari masing-masing orang yang meminta bantuan mereka terkait perkara KPK. Bahwa terdakwa dan Maskur Husain meyakinkan para pemberi uang agar mereka meminta bantuan ke terdakwa Kemudian terdakwa menerima uang bersama-sama yang telah dibagi. Telah tampak dengan jelas adanya kerja sama yang erat sebagaimana yang telah didakwakan ke terdakwa,” terang jaksa Lie.

Selain pidana penjara, Robin Pattuju juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp2,322.000.000. Begitu pula dengan Maskur Husain yang juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp8,702.000.000 dan 36 ribu dolar AS. Selambat-lambatnya satu bulan setelah memperoleh kekuatan hukum tetap.

“Jika dalam jangka waktu tersebut terdakwa Robin tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang. Jika harta bendanya tidak mencukupi, maka dipidana penjara selama 2 tahun. Sedangkan untuk terdakwa Maskur Husain, jika harta bendanya tidak mencukupi, maka dipidana penjara selama 5 tahun,” tutur jaksa Lie.

Robin dan Maskur Husain diyakini jaksa melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri