Mantan Dirut PT Asabri Minta Dibebaskan dari Tuntutan Jaksa

Mantan Dirut PT Asabri Minta Dibebaskan dari Tuntutan JaksaEks Dirut PT Asabri Sonny Widjaja usai membaca nota pembelaan. Foto: keadilan/DS

KEADILAN- Mantan Direktur Utama PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Sonny Wijaya meminta dibebaskan dari semua tuntutan. Hal itu ia ungkapkan saat membacakan nota pembelaannya (pledoi) secara pribadi.

“Saya selaku Dirut PT Asabri tidak sependapat dengan jaksa penuntut umum bahwa saya telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi bahwa itu adalah tidak benar,” kata Sonny di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/12/2021).

Menurutnya, selaku Dirut PT Asabri dirinya hanya melakukan semata-mata bertujuan untuk pencegahan terhadap timbulnya kerugian yang lebih besar.

Diantaranya dengan penyelamatan terhadap saham-saham Hade Stain yang dibeli seharga Rp 1 triliun. Namun PT Asabri baru membayar uang muka sebesar Rp800 miliar. Hal tersebut sudah dikembalikan ditambah dengan keuntungan sebesar Rp80 miliar.

“Terkait dengan MTN Prima Jaringan senilai Rp500 miliar ditambah bunga sudah dikembalikan Rp76 miliar,” tuturnya.

Namun, pada PT Millenium Sekuritas yang dimiliki Bety maupun Enji senilai Rp800 miliar. Sonny menyebutkan bahwa Bety telah diundang ke kantornya, namun dalam mediasinga belum berhasil karena yang Bety tidak mampu mengembalikan.

Selain itu, terdakwa juga menyebutkan bahwa melakukan penagihan kepada Benny Tjokro terhadap komitmennya yang dibeli saham-saham yang dia bawa pada 2012 senilai 5,636 meta lebih.

Namun, penagihan tersebut belum terwujud karena yang bersangkutan ditahan di Kejaksaan Agung sampai hari ini terkait masalah di Jiwasraya.

“Demikian pula Heru Hidayat tentang membeli kembali saham-sahamnya dan reksadana yang menjadi tanggung jawabnya senilai 5,895 meta lebih. Namun penagihan tersebut juga belum terealisasi karena yang bersangkutan juga mengalami hal yang sama dengan di Jiwasraya,” terangnya.

MT Heru Buwono, salah seorang tim kuasa hukum Sonny Wijaya, yang ikut membacakan pledoi, mengatakan dari keterangan terdakwa hingga keterangan ahli yang menjadi fakta hukum, korupsi pada kasus tersebut bukan perkara pidana korupsi karena tidak bisa dibuktikan adanya unsur melawan hukum dan keuangan negara.

“Kami kuasa hukum terdakwa berkesimpulan bahwa Sonny Widjaja harus dinyatakan tidak terbukti secara bersalah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang didakwa kepadanya sehingga terdakwa harus dibebaskan dari segala tuntutan jaksa penuntut umum,” kata Heru Buwono.

Selain itu, Heru juga meminta majelis hakim untuk mengembalikan seluruh harta benda milik Sonny yang telah disita. Selanjutnya, memulihkan harkat martabat dan merehabilitasi terdakwa.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Sonny Wijaya dengan pidana 10 tahun penjara. Dia bersama terdakwa lain terbukti merugikan negara Rp22,7 triliun.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri