Diduga Sebar Fitnah, Majalah KEADILAN Laporkan Alvin Lim ke Polisi

Diduga Sebar Fitnah, Majalah KEADILAN Laporkan Alvin Lim ke PolisiPemimpin Redaksi KEADILAN Panda Nababan bersama kuasa hukumnya Fajar Gora memperlihatkan LP di Polres Metro Jakarta Pusat.

KEADILAN – Pemimpin Redaksi Majalah KEADILAN, Panda Nababan, didampingi kuasa hukum Fajar Gora melaporkan Alvin Lim ke Polres Metro Jakarta Pusat. Ketua LQ Indonesia Lawfirm tersebut dilaporkan bersama seseoranf yang mengaku bernama Sugi yang mengaku sebagai Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm, karena melakukan pencemaran nama baik Panda Nababan melalui media elektronik. Hal itu disampaikan Fajar Gora dihadapan para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

“Kita telah mengajukan secara resmi ke Polres Jakarta Pusat terhadap Alvin Lim, Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm Sugi, serta Facebook dan Instagram LQ Indonesia Lawfirm. Pelapornya adalah Panda Nababan. Sangkaannya adalah UU ITE, dengan nomor LP/B/1808/XII/2021/SPKT/PolresMetroPolitanJakpus/PoldaMetroJaya,” ujar Fajar Gora, Selasa (14/12/2021).

Dalam sejumlah pemberitaan di media online, Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm mengatakan Majalah KKEADILAN memuat berita sampah, hoax, tidak mengikuti etika jurnalistik dengan menggunakan surat Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers No 43/PPR-DP/XII/2021 atas pengaduan Alvin Lim.

“Pernyataan bohong tersebut dilontarkan oleh Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm Sugi. Padahal dalam PPR Dewan Pers No 43/PPR-DP/XII/2021 yang dilampirkan dalam pemberitaan tersebut, tidak ada menyebutkan seperti itu,” ucap Gora.

Lebih lanjut, kata Gora, pernyataan Sugi bahwa Majalah KEADILAN yang dipimpin Panda Nababan kerjanya menyuap dan merusak moral bangsa, juga tidak ada dalam putusan PPR Dewan Pers. Gora menilai pernyataan Sugi tersebut merupakan fitnah atau penistaan.

Adapun media online yang memuat pemberitaan itu diantarnya adalah Wartahukum.com, BeritaKilat, Wartasidik.co, dan Pojoksatu.id. Majalah KEADILAN memandang pemberitaan media-media online tersebut berisi hasutan dan fitnah terhadap Majalah KEADILAN, Pemimpin Redaksi, dan Pemegang Saham PT Mahkamah Keadilan Indonesia Panda Nababan. Untuk itu, Majalah KEADILAN mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak terkait.

Gora memaparkan, bahwa ini pertama kalinya Majalah KEADILAN bersama Pemimpin Redaksinya diserang secara brutal melalui pernyataan-pernyataan bohong secara masif di media elektronik. “Ini pertama kali. Padahal seharusnya pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan itu meminta hak jawab. Tetapi si Alvin ini langsung somasi, dan lapor Dewan Pers,” paparnya.

Selain itu, terkait tidak dimuatnya hak jawab Alvin Lim di Majalah KEADILAN edisi 73, Gora menyebutkan bahwa hak jawab yang dikirim Alvin Lim tertanggal 7 Oktober 2022, diterima Majalah Keadilan pada 8 Desember 2021, dimana saat itu Majalah KEADILAN edisi 73 sudah naik cetak.

Gora menambahkan, hak jawab Alvin yang dikirim melalui jasa pengiriman tersebut tidak sesuai dengan pedoman Dewan Pers. “Hak jawab itu tidak sesuai dengan angka 12 Pedoman Peraturan Dewan Pers No 9/Peraturan-DP/X/2008. Hak jawab itu tidak berkaitan dengan permasalahan yang diberitakan Majalah Keadilan, dan dapat menimbulkan pelanggaran hukum,” ujar Gora.

Selain itu, lanjut Gora, surat Alvin Lim yang diklaimnya sebagai hak jawab/hak koreksi tersebut, sudah disebarkan lebih dulu melalui media elektronik yang isinya berisi menurut Gora bisa dikualifisir berbentuk caci maki yang tidak patut.

Dalam perbincangan dengan para wartawan anggota FORWAKA, Gora juga mengatakan pihaknya telah menyampaikan kepada pihak kepolisian bahwa Alvin Lim bersama Sugi serta akum Facebook dan Instagram LQ Indonesia Lawfirm bisa dikenakan pasal 14 UU No.1 Tahun 1946. Ketentuan ini berisi ancaman pidana 10 tahun penjara bila pelaku terbukti membuat atau menyebarkan berita bohong.

Saat Keadilan.id meminta tanggapan Alvin Lim perihal laporan Panda Nababan, dan konfirmasi soal alasan Alvin menyebarluaskan hak jawab kepada media online sebelum hak jawab tersebut diterima oleh Majalah KEADILAN, Alvin mengatakan tidak kenal, dan minta Keadilan untuk mengirimkan surat resmi. Padahal dalam konfirmasi tersebut, wartawan telah memperkenalkan nama, dan menyebut asal medianya.

“Maaf saya tidak kenal Anda. Kirimkan surat resmi saja ke kantor LQ. Terima kasih,” jawab Alvin singkat.

Kemudian Keadilan meminta rekan wartawan yang dikenal dan pernah meminta konfirmasi kepada Alvin untuk melakukan konfirmasi ulang. Tetapi Alvin tetap berkelit harus melalui surat resmi. “Tolong kirimkan saja surat resmi ke kantor LQ. Kita sudah ada proses hukum, segala bentuk komunikasi baiknya melalui surat. Terima kasih,” katanya.

Karena Keadilan.id sudah memberikan kesempatan menanggapi tetapi tak digunakan, redaksi tetap mengirimkan surat resmi kepada Alvin Lim selekas mungkin. Namun berhubung ketepatan waktu merupakan salah satu nilai berita di media online, berita ini tetap diterbitkan.
Charlie Tobing dan Chairul Zein

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing