Robin Pattuju Akui Tipu-tipu Urus Perkara di KPK 

Robin Pattuju Akui Tipu-tipu Urus Perkara di KPK Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju saat menjalani sidang terdakwa. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Bekas penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju mengakui melakukan “tipu-tipu” (penipuan) terkait dengan pengurusan lima perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Istilah tipu-tipu itu, kata dia, baru pertama kali didengar saat ia diperiksa di Dewan Pengawas KPK Albertina Ho.

“Saat saya diperiksa Dewan Pengawas KPK, salah satunya adalah Ibu Albertina Ho. Dalam pemeriksaan tersebut, Dewas mengatakan ini kepada saya ‘Ooh jadi kamu dengan Maskur melakukan tipu-tipu, ya?’ Untuk pertama kalinya saya dengar istilah tipu-tipu atau penipuan,” kata Robin saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/12/2021).

“Selanjutnya istilah tipu-tipu ini juga saya dengar saat saya diperiksa sebagai saksi atas terdakwa M. Syahrial saat saya diperiksa secara online oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan. Setelah saya menyampaikan sumpah, majelis hakim kembali mengatakan ‘Ooh kamu dan Maskur melakukan tipu-tipu,” ucap Robin.

Robin menyebut meski berlatar belakang penyidik, saat dirinya menghadapi masalah hukum maka Robin mengaku tidak bisa menilai dirinya sendiri. Meski demikian, usai mendengar dari Dewas KPK dan majelis hakim Tipikor Medan, dirinya menyadari dan mencoba mengevaluasi perbuatan yang dia lakukan.

“Maka, saya menemukan perbuatan saya dan Maskur Husain bahwa saya tidak menjadi anggota penyidik dari lima perkara ini, yaitu perkara M. Syahrial, Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado, Ajay M Priatna, serta Usman Effendi dan Rita Widyasari,” ungkap Robin.

Robin menyebut bahwa dirinya dan Maskur tidak punya kewenangan dalam perkara-perkara tersebut.

“Saya dan Maskur Husain telah menerima uang. Namun, saya tidak melakukan apa-apa terkait dengan perkara-perkara tersebut. Perbuatan saya adalah kesalahan dan penipuan seperti yang dikatakan Dewas Etik KPK dan majelis Tipikor Medan,” katanya.

Ia pun menyadari dan menyesali semua perbuatan yang sudah dia lakukan. Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang sudah dia rugikan. Mereka adalah para pemberi uang yakni M. Syahrial, Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado, Ajay M. Priatna, serta Usman Effendi dan Rita Widyasari.

Diketahui, dalam perkara ini, Robin Pattuju dituntut 12 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp2.322.577.000,00 subsider 2 tahun pidana penjara. Robin bersama rekannya advokat Maskur Husain menerima suap terkait dengan lima perkara di KPK.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri