Penyelesaian Kasus di Polres Pelabuhan Tanjung Priok Meningkat Selama 2021

Penyelesaian Kasus di Polres Pelabuhan Tanjung Priok Meningkat Selama 2021Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana merefleksikan kegiatan jajarannya selama tahun 2021, Kamis (30/12/2021). Foto:Keadilan/CT

KEADILAN – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana menjelaskan ada sedikit penurunan kasus kejahatan pada tahun 2021 dibanding tahun 2020. Namun selama tahun 2021 penyelesaian kasus di wilayahnya justru meningkat.

Putut memaparkan jumlah total kejahatan kriminal umum maupun narkotika di tahun 2020 berkisar 286 kasus. Menurun 20 kasus di tahun 2021 menjadi 266 kasus. “Yang menjadi menarik adalah di saat total kasus menurun, kita melihat bahwa tingkat kemampuan penyelesaian perkara baik Reserse Kriminal maupun Reserse Narkoba sedikit mengalami peningkatan. Ini yang ingin kami pertahankan di tahun 2022,” ujar Putu di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (30/12/2021).

Putu juga memaparkan, pihaknya di 2021 berhasil menerapkan pidana pencucian uang (TPPU) kepada sindikat narkotika lintas negara yang mereka ungkap sebelumnya. “Mungkin baru kali ini Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penyelidikan pencucian uang dan bisa tuntas dalam arti P21, dan saat ini dalam proses persidangan,” paparnya.

Kasus pungutan liar (pungli) atensi Preisden Joko Widodo di Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok juga menjadi sorotan Putu. Dia menuturkan, selain melakukan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku pungli, pihaknya juga melakukan upaya pencegahan yang teridikasi terjadi di wilayahnya.

“Waktu itu ada modus mengkamuflasekan upaya pungli melalui jalur struktur yang sudah ada, seperti koperasi. Kemudian menggunakan jasa-jasa uang parkir yang uangnya tidak dapat dipertanggungjwabkan. Kami temukan indikasi tersebut, dan upaya untuk melakukan pungli ini bisa kami cegah. Sampai saat ini masih terus kami awasi,” ucap Putu.

Selain itu, ada beberapa kasus lain yang menonjol menurut Putu. Kasus tersebut adalah pemalsuan dokumen Covid-19 . Pihaknya mengngkap sebanyak 11 kasus pemalsuan dokumen Covid-19 untuk perjalanan dan mengamankan 23 tersangka. Kemudian Putu bercerita, jajaran Polres Tanjung Priok juga pernah mencarikan solusi untuk pegawai yang mengalami cacat permanen karena kecelakaan kerja. Pegawai tersebut akhirnya diterima kontrak kerja selama 10 tahun di bagian administrasi.

Menutup keterangannya, Putu menyampaikan Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan terus berbenah. Baik dalam mengawal pencegahan Covid-19, ataupun tugas pokok Kepolisian lainnya.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing