Tiga Terdakwa Korupsi Asabri Divonis Bervariasi

Tiga Terdakwa Korupsi Asabri Divonis BervariasiTiga terdakwa perkara Asabri jalani sidang vonis. Foto: keadilan/DS

KEADILAN- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan hukuman bervariasi kepada tiga terdakwa perkara korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Ketiga terdakwa adalah Direktur Utama PT Asabri  periode 2012-2016 Mayjen (Purn) Adam Rahmat Damiri dalam kasus korupsi PT Asabri,  Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode Juli 2014-Agustus 2019 Hari Setianto dan Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri 2012-Juni 2014 Bachtiar Effendi.

Adam Damiri dijatuhi vonis 20 tahun penjara hukuman dan denda Rp800 juta subsider enam bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa Adam Damiri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan turut serta melakukan tindak pidana korupsi,” ucap Ketua majelis hakim Ignatius Eko Purwanto, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Selasa malam (3/1/2022).

Selain itu, Adam Damiri juga harus membayar uang pengganti senilai Rp17,9 miliar dengan subsider lima tahun penjara.

Hakim mengatakan, hal-hal yang memberatkan putusan adalah perbuatan yang dilakukan Adam Damiri mengakibatkan kerugian negara yang besar. Serta tidak mengakui kesalahan yang dilakukan.

Sedangkan hal yang meringankan adalah Adam Damiri sebagai tulang punggung keluarga. Serta telah berjasa kepada negara selama 33 tahun dengan aktif di TNI.

Kemudian, Hari Setianto divonis 15 tahun penjara denda Rp750 juta subsider enam bulan kurungan.

Vonis terhadap Hari Setianto itu, lebih tinggi dibanding tuntutan JPU yakni 14 tahun penjara ditambah denda Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, Hari diwajibkan untuk membayar uang pengganti senilai Rp378,873 juta dengan memperhitungkan barang bukti dan dokumen yang disita, dan bila tidak dibayar maka harta bendanya akan disita dan bila tidak mencukupi akan dipidana 4 tahun.

Sedangkan Bachtiar Effendi divonis 15 tahun penjara. Bachtiar dinyatakan  terbukti bersama-sama melakukan korupsi pengelolaan dana PT Asabri yang merugikan keuangan negara senilai Rp22,788 triliun.

Vonis terhadap Bachtiar Effendi juga  lebih tinggi dibanding tuntutan JPU. Sebelumnya dia dituntut 12 tahun penjara ditambah denda Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan.

Bachtiar Effendi juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp453,783 juta dengan memperhitungkan barang bukti dan dokumen yang disita, dan bila tidak dibayar maka harta bendanya akan disita dan bila tidak mencukupi akan dipidana 4 tahun penjara.

Ketiganya, menurut majelis hakim yang terdiri dari Ignatius Eko Purwanto, Saifuddin Zuhri, Rosmina, Ali Muhtarom, dan Mulyono Dwi Purwanto terbukti melakukan perbuatan berdasarkan dakwaan pertama yaitu Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri