Kolonel P Punya 2 Ajudan, Pengamat: Perlu Diatur Jumlah Ajudan

Kolonel P Punya 2 Ajudan, Pengamat: Perlu Diatur Jumlah AjudanRekontruksi kasus di tempat kejadian perkara

KEADILAN – Pengamat kebijakan publik dari Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyoroti Kolonel P, oknum TNI AD tersangka kasus pembuangan sejoli korban laka lantas di Nagrek, Bandung, Jawa Barat. Apalagi Kolonel P, yang berpangkat melati tiga tersebut memiliki dua ajudan yakni Kopda D dan Koptu A. Sementara jenderal bintang satu saja hanya memiliki satu ajudan.

“Apakah kedua bintara tersebut sudah mendapatkan ijin dari atasannya untuk membantu kegiatan Kolonel P? Kalau memang kolonel saja punya 2 ajudan maka perlu diatur jumlah ajudan dari perwira tinggi dan menengah,” ujar Jerry di Jakarta, Selasa (3/1/2022).

Jerry memaparkan, adanya jumlah ajudan yang melekat pada setiap perwira patut dikritisi. Karena setiap ajudan yang bertugas dibiayai negara. Kalau jumlah ajudan sudah melebihi dari sepatutnya maka jelas ini melanggar aturan. Karena jika prajurit ketika beraktivitas harus sesuai kedinasan dan mendapatkan izin dari atasannya. Jika tidak sesuai kedinasan maka patut dipertanyakan.

“Perlu ada payung hukum terkait jumlah ajudan seorang Pamen dan Pati,” tegasnya.

Jerry juga menyoroti Kolonel P yang begitu tega membuang korban lakalantas ke sungai. Padahal sebagai seorang perwira tentunya memiliki jiwa kemanusiaan yang sangat tinggi sehingga harusnya membawa korban ke rumah sakit. Jerry mempertanyakan apakah ada masalah dibimbingan mental internal atau psikis. Seorang anggota TNI apalagi level perwira harusnya sudah memahami bahwa dirinya adalah pengayom rakyat.

“Kalau saya nilai ini pelanggaran berat lantaran tak ada itikad baik dari penabrak yang ketiganya anggota TNI,” paparnya.

“Saya kira kasus ini harus dibuka ke publik selain pemecatan maka hukuman yang setimpal harus diberikan,” tambahnya.

Jerry meminta perilaku Kolonel P harus menjadi pembelajaran bagi yang lain. Hilangkan rasa ego atau kebanggaan. Sebagai prajurit jangan berpikir mampu keluar dari jeratan hukum atau akan tersentuh hukum. Jerry menilai ada sikap tak terpuji dari seorang Kolonel P. Dua ajudannya mungkin tak setega dan sekeji membuang korban tabrakan. Sehingga diduga ajudannya diperintah membuang dua korban tersebut.

“Mereka (3 oknum TNI) bisa kena pasal berlapis seperti Pasal 338 arau 340 KHUP,” tandasnya.

Kasus ini berawal ketika mobil yang ditumpangi tiga oknum prajurit TNI, Kolonel P, Kopda D dan Koptu A menabrak Handi dan Salsa di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (8/12/2021) sore. Usai terjadi laka lantas, ketuganya mengangkut dan membawa tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil bercat hitam yang dikendarai ketiga oknum TNI tersebut.

Kolonel P dan dua kawannya itu langsung tancap gas ke arah Limbangan dengan alasan akan membawa sejoli tersebut ke rumah sakit. Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. Saat ini ketiga tersangka juga telah ditahan Polisi Militer dan telah menjalani rekonstruksi di TKP.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Syamsul Mahmuddin