Digugat Majalah KEADILAN, Alvin Lim Tidak Datang ke Pengadilan

Digugat Majalah KEADILAN, Alvin Lim Tidak Datang ke PengadilanHendra Cahyadi (kiri) dan Johanes De Britto Yuda (kanan) dari Law Office Fajar Gora & Patners saat menghadiri sidang gugatan PT Mahkamah Keadilan Indonesia di PN Tangerang, Selasa (11/1/2022). Foto: Keadilan/CT

KEADILAN – Pengadilan Negeri Tangerang menunda sidang gugatan perdata Pemimpin Redaksi Majalah KEADILAN Panda Nababan terhadap Advokat Alvin Lim pada Selasa (11/1/2022). Sidang perdana ini terpaksa ditunda lantaran Alvin Lim selaku pihak tergugat tidak hadir.

Dalam sidang tersebut, Panitera Anita Rahmawati mengatakan, saat juru sita mengantarkan surat pemanggilan untuk tergugat, ternyata kantor tersebut dalam keadaan kosong. Untuk itu Hakim ketua Rustiyono, S.H, M.Hum memerintahkan juru sita untuk melakukan pemanggilan kedua terhadap tergugat.

“Kami panggil lagi tanggal 18 Januari 2022. Sidang selesai dan ditutup,” ujar Rustiyono dalam persidangan yang berlangsung singkat tersebut.

Sementara itu Johanes De Britto Yuda dari Law Office Fajar Gora & Patners, selaku kuasa hukum PT Mahkamah Keadilan Indonesia dan Panda Nababan yang menghadiri persidangan berharap tergugat dapat menghadiri persidangan berikutnya.

“Memang hak tergugat untuk tidak hadir karena belum menerima relass (surat panggilan). Tetapi, kami berharap untuk sidang berikutnya tergugat hadir mengikuti persidangan,” kata Yuda.

Sebelumnya diketahui, Alvin Lim digugat karena dipandang telah mencemarkan nama baik, reputasi, kehormatan dan atau martabat PT Mahkamah Keadilan Indonesia sebagai pemilik Majalah KEADILAN dan Panda Nababan selaku pemimpin redaksinya, terkait komentarnya di Grup Whatsapp.

Atas perbuatan Alvin Lim tersebut, PT Mahkamah Keadilan Indonesia dan Panda Nababan selaku penggugat sangat dirugikan. Untuk itu dalam gugatan perkara Nomor 1386/ Pdt.G/ 2021/ PN Tng, Alvin Lim dituntut untuk mengganti kerugian sebesar Rp100 miliar rupiah.

Adapun uang tersebut nantinya akan disumbangkan seluruhnya oleh penggugat untuk membantu anak-anak yatim piatu, masyarakat yang terdampak penyebaran pandemi Covid-19, dan korban bencana alam di seluruh Indonesia.

Selain itu, penggugat juga menuntut Alvin Lim untuk mengumumkan permohonan maaf secara terbuka kepada penggugat pada lima media nasional, yaitu Tempo, Kompas, Bisnis Indonesia, Sindo, dan Media Indonesia selama tujuh hari berturut-turut. Hal ini dilakukan guna memulihkan nama baik penggugat.

Supaya gugatan tersebut tidak sia-sia, penggugat meminta agar diletakkan sita jaminan terhadap harta kekayaan Alvin Lim, yaitu satu bidang tanah dan bangunan di Pondok Ungu Permai, Blok E No. 10, RT 004 RW 014, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kemudian juga aset satu bidang tanah dan bangunan kantor LQ Indonesia Law Firm yang beralamat di Ruko Excelis No. 26A Komplek Karawaci Office Park, Lippo Karawaci, Tangerang.

Keadilan.id sempat mengkonfirmasi alasan Alvin Lim tidak hadir dalam persidangan ini melalui pesan WhatsApp. Tetapi sampai berita diturunkan belum ada balasan.

Editor      : Syamsul Mahmuddin
Reporter : Charlie Tobing