Alex Noerdin Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Anaknya

Alex Noerdin Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi AnaknyaEks Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat di Gedung Kemenko Perekonomian. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin diperiksa penyidik KPK terkait kasus yang menjerat anaknya, Dodi Reza Alex Noerdin selaku Bupati Musi Banyuasin (Muba).

“Pemeriksaan dilakukan di Satbrimobda Sumatera Selatan, Jalan Srijayanegara Bukit Besar, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Kamis siang (13/1/2022).

Ali mengatakan, selain Alex Noerdin, penyidik juga akan memeriksa lima orang lainnya sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba Tahun Anggaran 2021.

“Saksi-saksi yang dipanggil yaitu Erlin Rose Diah Arista selaku mahasiswi, Yuswanto selaku pengelola PT Bangka Cakra Karya, PT Fajar Indah Satyanugraha, PT Bahana Pratama Konstruksi, dan PT Karya Mulia Nugraha,” terangnya.

Selanjutnya, Sandy Swardi selaku Komisaris PT Perdana Abadi Perkasa, Soesilo Aribowo selaku advokat, dan Erini Mutia Yufada selaku ibu rumah tangga.

Penyidik memperpanjang masa penahanan Dodi untuk 30 hari ke depan terhitung sejak Jumat (14/1) hingga Sabtu (12/2) dan ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1.

Selain itu, penyidik juga memperpanjang masa penahanan untuk dua tersangka lainnya dengan waktu yang sama. Yakni tersangka Herman Mayori selaku Kadis PUPR Kabupaten Muba di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur, Eddi Umari selaku Kabid SDA yang juga PPK Dinas PUPR Kabupaten Muba di Rutan KPK Gedung Merah Putih.

Sementara itu, tersangka pemberi suap yakni Suhandy selaku Direktur PT Selaras Simpati Nusantara didakwa memberikan uang suap Rp4,4 miliar kepada Dodi Reza Alex agar mendapatkan paket pekerjaan pada Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba TA 2021.

Dakwaan terhadap Suhandy telah dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (30/12) lalu.

“Suhandy didakwa memberikan uang keseluruhannya sebesar Rp 4.427.550.000 kepada Dodi Reza Alex Noerdin, Herman Mayori, dan Eddy Umari,” tuturnya.

Dalam perkara ini, Suhandy telah memberikan komitmen fee proyek sebesar 10 persen untuk Dodi Reza Alex, 3-5 persen untuk Herman, 2-3 persen untuk Eddy, 3 persen untuk ULP, dan 1 persen untuk PPTK dan bagian administrasi.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Ainul Ghurri