KPK OTT Bupati Penajam Paser Utara di Lobby Mal Jakarta Selatan

KPK OTT Bupati Penajam Paser Utara di Lobby Mal Jakarta SelatanBupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud. Foto: penajam.go.id

KEADILAN- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas’ud (AGM) sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi.

“KPK menemukan ada bukti permulaan yang cukup, KPK meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka, AZ sebagai pemberi, penerima AGM, MI (sebagai) Plt Sekda PPU, EH kepala dinas Pekerjaan umum PPU, JM Kabid Disdik Pemuda dan Olahraga, NA, swasta, Bendum DPC Demokat Balikpapan,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/1/2022).

Alex mengatakan, dugaan korupsi terjadi pada tahun 2021. Pada waktu itu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim mengadakan sejumlah proyek pekerjaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.

Nilai kontrak proyek sekitar Rp112 miliar antara lain untuk proyek multiyears peningkatan jalan Sotek – Bukit Subur dengan nilai kontrak Rp58 Miliar dan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar.

Alex menjelaskan, tersangka AGM diduga telah menerima uang tunai sejumlah Rp1 miliar dari tersangka yang mengerjakan proyek jalan dengan nilai kontrak Rp64 Miliar di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Ternyata kejadian transaksi suap Bupati Penajam Paser Utara itu dilakukan di Jakarta. Rabu, 12 Januari 2022.

Menjelang penangkapan, Abdul Gafur Mas’ud tengah berada di rumahnya Jakarta Barat yang sudah menerima bingkisan uang sejumlah Rp950 juta dari para kontraktor.

Uang tersebut terkumpul melalui PLT Setda Muliadi dan Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Jusman. Keduanya menyusul ke Jakarta untuk menyerahkan uang ke Bupati setelah berkoordinasi dengan 2 orang kepercayaan Abdul Gafur yang bernama Nis Puhadi alias Ipuh dan Riki.

Setibanya di Jakarta, NP dijemput RK dan mendatangi rumah kediaman AGM Jakarta Barat untuk menyerahkan uang Yang dibawanya tersebut,” ujarnya.

Menurut Alex, KPK menangkap  Abdul Mas’ud saat membawa tas koper berisi uang Rp950 juta di sebuah mal di Jakarta Selatan, bersama dengan Ipuh dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis, yang membawa uang Rp50 juta untuk menggenapi menjadi Rp 1 miliar.

“Uang terkumpul sejumlah Rp1 Miliar dan dimasukkan ke dalam tas koper yang sudah disiapkan NAB,” katanya.