Jaksa KPK Eksekusi Azis Syamsuddin ke Lapas Tangerang

Jaksa KPK Eksekusi Azis Syamsuddin ke Lapas TangerangSyamsuddin usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeksekusi terpidana mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Tangerang.

Politisi Partai Golkar itu bakal menjalani pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan setelah terbukti menyuap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

“Jaksa eksekutor KPK Hendra Apriansyah telah melaksanakan putusan yang berkekuatan hukum tetap dengan terpidana Muhammad Azis Syamsuddin berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor 89 /Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt. Pst,” ujar Plt juru bicara KPK Ali Fikri, Selasa (8/3/2022).

Selain itu, Azis juga dibebankan membayar uang denda sebesar Rp250 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan.

Namun, kata Ali, Azis telah melunasi pembayaran denda Rp250 juta itu melalui rekening bank penampungan KPK.

“Jaksa eksekutor akan segera melakukan penyetoran ke kas negara sebagai bagian dari aset recovery perkara tindak pidana korupsi,” imbuhnya.

Selain pidana pokok, Azis juga menjalani pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam pemilihan jabatan publik selama empat tahun terhitung sejak selesai menjalani pidana pokoknya.

Sebagai informasi, Azis Syamsuddin tidak mengajukan banding atas vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Azis telah menerima putusan tiga tahun enam bulan (3,5 tahun) penjara atas kasusnya.

Selain itu, jaksa KPK juga tidak mengajukan banding. Sehingga putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap alias inkrah.

Diketahui, Azis merupakan penyuap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju dan seorang pengacara bernama Maskur Husain dengan total Rp3.099.887.000 dan 36 ribu dolar AS.

Suap diberikan agar Robin mengawal kasus APBD Lampung Tengah yang menjerat Azis dan Aliza Gunado tidak meningkat ke tahap penyidikan.