Polisi Jadi Kurir Sabu Dituntut 8 Tahun Penjara

Polisi Jadi Kurir Sabu Dituntut 8 Tahun PenjaraJPU Andrian Al Mas'Udi dalam sidang perkara dugaan narkotika di PN Jakut. Foto: Keadilan/CT

KEADILAN – Lufthansa Hermanto (LH), anggota polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya ini dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp2 miliar subsider kurungan 1 tahun penjara karena kedapatan menjadi kurir narkoba.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum Andrian Al Mas’Udi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) pada Rabu (12/5/2022).

“Tuntutannya kemarin. Untuk terdakwa Lufthansa dituntut 8 tahun. Sedangkan, rekannya Khairunissa dituntut 7 tahun dan Andriyanto 1 tahun penjara,” ujar Andrian saat dihubungi, Kamis (12/5/2022).

Sementara, untuk Andriyanto dituntut 1 tahun penjara karena ia diduga hanya sebagai pemakai.

“Untuk Andriyanto 1 tahun penjara. Karena ia hanya dikasih untuk memakai saja,” lanjut Andrian.

Sebelumnya diketahui, Lufthansa dan Khairunissa diduga berperan dalam peredaran sabu seberat 5 kilogram.

Kasus ini terungkap setelah polisi lebih dahulu mengamankan Catur Ramadhan, dan Muhammad Syahrudin yang juga menjadi terdakwa dalam berkas terpisah.

Catur ditangkap di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat pada Agustus 2022 lalu.  Dalam penangkapan itu, polisi menyita 500 gram sabu yang kemudian dijadikan barang bukti.

Kepada penyidik, C mengatakan bahwa sabu tersebut merupakan sisa dari 5 kilogram sabu yang didapatnya dari terdakwa Syahrudin, yang diantar oleh Lufthansa dan Khairunissa.

Untuk persidangan ini nantinya akan digelar kembali pada Rabu (25/5/2022) dengan agenda pembacaan nota pembelaan.

Editor      : Darman Tanjung
Reporter : Charlie Tobing