KEADILAN – Untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Proyek Pembangunan Pabrik Blast Furnace oleh PT Krakatau Steel tahun 2011, penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali memeriksa para saksi, Senin (23/5). Kali ini sebanyak empat orang yang dimintai keterangannya dengan mendatangi Gedung Bundar.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung I Ketut Sumedana menyebutkan ke-empat saksi yang diperiksa merupakan orang dalam PT Krakatau Steel dengan berbagai posisi jabatan. “Mereka adalah HP, TPL, OP dan AM,” ujarnya.
Dijelaskan Ketut, saksi HP adalah Mantan Admin Pengadaan dan Pembelian PT Krakatau Steel. “Dia diperiksa terkait mekanikal dan elektrikal pelaksana dalam proses pengadaan dan pembelian di PT Krakatau Engineering yang merupakan bagian dari Tim Tender untuk mencari vendor / subkontraktor / pemasok / distributor /supplier untuk proyek blast furnacehingga akhirnya menyusun PO/JO (Purchase Order/Job Order) an Vendor yang sudah ditetapkan sebagai pemenang melalui proses tender,” sebutnya.
Sedangkan TPL merupakan Project Finance PT Krakatau Enginering Juni 2013 s/d Maret 2020 yang diperiksa terkait keuangan PT Krakatau Engineering. Adapun OP adalah Staf pada Divisi Procurement Vendor Development PTKS Krakatau Engineering.
“Pemeriksaannya terkait peranannya mendaftarkan dan menyeleksi rekan/supplier / vendor untuk pekerjaan dalam pengadaan di PT. KE,” lanjutnya.
Dan yang terakhir, AM merupakan Operator Control Room HMTP PT Krakatau Steel. “AM diperiksa bahwa saksi selaku operator control room HMTP pada tahun 2016 s/d 2019 dengan tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) mengoperasikan peralatan HMTP menggunakan komputer dengan sistem HMI (Human Machine Interface), memproses hot metal di HMTP dari BF Plant menggunakan sistem HMI, koordinasi dengan pihak terkait antara lain dengan shift coordinator BF Plant dalam hal persiapan hot metal yang akan diolah di HMTP, koordinasi dengan quality control dari laboratorium BF Complex mengenai kadar hot metal yang akan diolah di HMTP,” pungkasnya.








