BOCAH ANGON YANG JADI PROFESOR

BOCAH ANGON YANG JADI PROFESOR

Prof Dr Suparji Ahmad

KEADILAN – Menjadi Profesor dalam bidang akademis bukan hal yang perlu dibanggakan. Dia hanyalah bocah angon. Kalau dulu menggembala kambing, maka sekarang usai mendapat gelar Guru Besar menggembala hukum.

Begitulah sepenggal orasi ilmiah Prof Dr Suparji Ahmad dalam pengukuhan Guru Besar di ruang Auditorium Arifin Panigoro, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Kamis 23 Juni 2022 lalu.

Suparji berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar tidak memanggil dengan sebutan Profesor. Sebab, ia merasa belum melahirkan pemikiran-pemikiran besar. Ia hanyalah buih diantara permadani-permadani negeri ini.

“Panggil biasa saja seperti Pak, Mas, atau Pakde,” ucapnya.

Sosok Suparji memang dikenal kalangan media. Dia juga seringkali menjadi saksi ahli di sejumlah pengadilan negeri untuk menyumbangkan pemikirannya terkait masalah hukum.

Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, ini berharap, pengukuhan Guru Besar ini terus menjadi spirit untuk memberikan kontribusi pembangunan hukum di Indonesia, agar dapat mewujudkan keadilan lebih subur.

“Karena secara faktual masih banyak yang mencari keadilan tetapi faktanya keadilan itu saat ini menjadi barang langka. Kemudian banyak fenomena yang mempraktikkan terjadinya ketidakadilan,” kata Suparji

Menurutnya, muara ketidakadilan itu diantaranya seperti orang pendemo, protes, marah, menggugat, dan melapor. Dengan begitu, maka bagaimana negara hadir mewujudkan keadilan secara preventif agar mencegah pencarian keadilan melalui lembaga keadilan. Jika dari awal warga sudah mendapat keadilan, maka tidak perlu lagi mencari keadilan.