Satgas Pamtas Berikan Beras dan Mie Instan Kepada Warga Kurang Mampu di Perbatasan RI-PNG

Satgas Pamtas Berikan Beras dan Mie Instan Kepada Warga Kurang Mampu di Perbatasan RI-PNGPersonel Satgas Pamtas memberikan bantuan beras dan mie instan kepada warga. (Foto. Papen Satgas Yonif Raider 142/KJ, Letda Chk Ade Chandra, SH).

KEADILAN – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu di sekitar tempat penugasab, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 142/KJ melalui Pos Kotis Elelim memberikan bantuan berupa beras dan mie instan, Rabu (03/08/2022).

Sejumlah warga di Kampung Wayloni, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Pegunungan Tengah Papua, yang menerima bantuan tersebut, membalas pemberian dengan ucapan ‘wa..wa..wa..wa’ yang merupakan salam khas masyarakat pegunungan Papua.

Hal tersebut diungkapkan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 142/KJ Letkol Inf Esnan Haryadi dalam keterangannya.

Dansatgas mengungkapkan bahwa selama ini sering melakukan kegiatan pembinaan teritorial dan komunikasi sosial dengan warga sekitar untuk melihat bagaimana kehidupan warga sehari-hari.

“Hal inilah yang mendorong Satgas untuk bisa berbuat lebih kepada masyarakat, kita lakukan anjangsana dengan momen memberikan sedikit kebutuhan berupa beras dan mie instan,” jelasnya.

“Kita berharap apa yang telah diberikan dapat sedikit meringankan beban ekonomi warga,” imbuh Dansatgas.

Pemberian beras dan mie dilakukan beberapa personel yang dipimpin langsung oleh Komandan Peleton Komunikasi Letda Chb Noviyanto.

Pada kesempatan itu pula, Letda Chb Noviyanto menyampaikan bahwa semuanya yang dilakukannya bersama rekan lainnya sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat. “Saya berharap silaturahmi dapat selalu terjaga,” ungkapnya.

Beberapa warga antara yang menerima bantuan, seperti Petrus Wenda, Bapak Onius, Andi dan seorang ibu bernama Mene menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dari Satgas. “Wa wa wa,” kata mereka sembari tersenyum.

Ucapan khas masyarakat pegunung Papua itu sempat populer ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Jayawijaya, beberapa waktu lalu.