Suap Pejabat Pajak, Dua Konsultan Pajak Divonis Berbeda

Suap Pejabat Pajak, Dua Konsultan Pajak Divonis BerbedaDua konsultan pajak berdiri di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Dua konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) Aulia Imran Maghribi dan Ryan Ahmad Ronas hanya dihukum uang pengganti sebesar Rp750 juta oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu 1 bulan setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Kemudian, dalam hal para terdakwa tidak mempunyai harta benda yang tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dijatuhi pidana penjara selama 6 bulan,” ucap Hakim Ketua Fahzal Hendri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Hukuman uang pengganti itu menyusul hukuman badan, yakni 2,6 tahun penjara untuk Aulia Imran Maghribi dan 3,6 tahun penjara Ryan Ahmad Ronaspenjara.

Keduanya juga dihukum uang denda dengan masing-masing sebesar Rp200 juta dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

“Mengadili, menyatakan terdakwa I Aulia Imran Maghribi dan terdakwa II Ryan Ahmad Ronas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan korupsi sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama penuntut umum,” ujarnya.

Hakim menyatakan, kedua terdakwa
telah menyuap beberapa oknum pejabat pada Ditjen Pajak sebesar Rp15 miliar. Suap itu berkaitan dengan pengurusan nilai pajak PT GMP.

Beberapa pejabat pajak yang diduga turut menerima suap rekayasa nilai pajak PT GMP yakni, Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Ditjen Pajak tahun 2016-2019.

Kemudian, Dadan Ramdani selaku Kasubdit Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak tahun 2016-2019. Selanjutnya, Wawan Ridwan selaku Supervisor Tim Pemeriksa Pajak; Alfred Simanjuntak selaku Ketua Tim Pemeriksa Pajak. Terakhir, Yulmanizar dan Febrian selaku Tim Pemeriksa Pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak.

Para pejabat pajak tersebut, diyakini telah merekayasa nilai pajak PT GMP. Mereka dinyatakan terbukti merekayasa hasil penghitungan pajak pada wajib pajak PT GMP untuk tahun pajak 2016.

Saat itu, Aulia Imran Maghribi dan Ryan Ahmad Ronas merupakan konsultan yang diutus untuk mengurusi pajak PT GMP.

Atas perbuatannya, kedua mantan Konsultan Pajak tersebut dinyatakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.