Jaksa KPK Banding Atas Vonis Dua Konsultan Pajak PT GMP

Jaksa KPK Banding Atas Vonis Dua Konsultan Pajak PT GMPTerdakwa Ryan Ahmad Ronas menyambangi kuasa hukumnya usai putusan majelis hakim. Foto: keadilan/AG

KEADILAN- Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyatakan banding atas vonis dua konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) yakni Aulia Imran Maghribi dan Ryan Ahmad Ronas.

Jaksa KPK Ariawan Agustiartono mengatakan, pertimbangan putusan majelis hakim tidak sesuai dengan tuntunan JPU. Sebab, vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK yakni 3 tahun penjara untuk Aulia Imran dan Ryan Ahmad Ronas 4 tahun penjara.

“Selain itu, masa penahanannya (kedua terdakwa) juga mau habis, itu yang kami pertimbangkan untuk banding,” ucap jaksa Ariawan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Diketahui, Aulia Imran Maghribi divonis 2 tahun 6 bulan. Sedangkan Ryan Ahmad Ronas dihukum 3 tahun 6 bulan penjara dengan masing-masing denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Keduanya juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp750 juta.

Hakim mempertimbangkan, hal yang memberangkatkan perbuatan para terdakwa tidak membantu program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Kemudian para terdakwa juga tidak mengakui kesalahannya.

Sedangkan hal yang meringankan, para terdakwa bersikap sopan selama persidangan,

Dua mantan konsultan ajak tersebut, dinyatakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa Ryan Ahmad Ronas, Dr. Timbo Mangaranap Sirait menilai putusan hakim tidak adil.

merasa kecewa atas vonis hakim.

“Faktanya semua saksi mengatakan tidak kenal Ryan hanya Yulmanizar yang diduga keterangannya palsu jadi bagaimana bisa kena Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Kami akan mendiskusikan upaya hukum selanjutnya dengan Ryan,” ujar Mangaranap kepada Keadilan.

Di sisi lain, Tim kuasa hukum juga menilai putusan hakim dibuat hanya berdasarkan keterangan satu saksi,  yakni tim pemeriksa pajak Yulmanizar.  Karena Jaksa KPK dan majelis hakim tidak bisa menghadirkan para petinggi PT GMP yakni Direktur PT GMP Lim Poh Ching, Manager Keuangan PT GMP Teh Cho Pong, dan Manager Foresight Consulting Naufal Binur.

Terdakwa Ryan Ahmad Ronas menyambangi kuasa hukumnya usai putusan majelis hakim. Foto: Keadilan/AG