Nelayan Penyuap Gubernur Kepri Dituntut 2 Tahun Penjara

Nelayan Penyuap Gubernur Kepri Dituntut 2 Tahun Penjara
Abu Bakar, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/11/2019) foto doc Keadilan/AG

KEADILAN – Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut seorang nelayan Pulau Panjang, Kepulauan Riau, bernama Abu Bakar selama dua tahun penjara denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Abu dinilai jaksa, terbukti telah menyuap Gubernur non aktif Kepulauan Riau, M Nurdin Basirun senilai Rp45 juta dan SGD11 ribu terkait Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut di Batam.

“Semua unsur tindak pidana pada dakwaan pertama telah terpenuhi dan meyakinkan menurut hukum,” kata Dody Sukmono, saat membacakan tuntutannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Suap itu atas permintaan dari pengusaha, Kock Meng yang ingin mendirikan restoran dan hotel penginapan di pesisir Tanjung Piayu Batam.

Dalam pertimbangan tuntutannya, jaksa menyebutkan hal yang memberatkan dan meringankan. Adapun hal yang memberatkan adalah perbuatan Abu tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Abu Bakar dituntut telah melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

AINUL GHURRI
Editor      :
Reporter :