BLT BBM Tak Tepat Sasaran, Ini Saran Ketua MPR RI

BLT BBM Tak Tepat Sasaran, Ini Saran Ketua MPR RIKetua MPR RI Bambang Soesatyo.

KEADILAN – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah untuk segera merespon keluhan masyarakat terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak tepat sasaran.

Hal tersebut diutarakan Bambang menanggapi keluhan 2.698 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo yang tidak mendapatkan BLT BBM.

“Permasalahan ini harus ditindaklanjuti secara bijak. Keluhan tersebut harus dapat di selesaikan dengan mengevaluasi penyebab terjadinya keluhan-keluhan tersebut,” ujar Bambang kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Bambang juga meminta pemerintah membuka posko pengaduan yang dikoordinir oleh Kemensos, untuk melakukan cross check terhadap keluhan-keluhan tersebut.

“Bersama pemerintah daerah dan pihak RT/RW mengecek kembali proses penyaluran BLT BBM kepada masyarakat penerima agar sesuai dengan prosedur dan data yang telah diterima dari pemerintah,” katanya.

Namun Kementerian Sosial (Kemensos) kata Bambang harus melakukan pemutakhiran data secara cepat, tepat, dan berkala agar sesuai dengan kondisi riil saat ini sehingga data penerima BLT BBM tepat sasaran.

“Karena aat ini masih ada warga yang tidak berhak menerima, tetapi mendapat bantuan, dan data penerima bantuan BLT BBM tersebut diketahui langsung dari kementerian,” bebernya.

“Masyarakat yang tidak berhak menerima tetapi masih masuk dalam pendataan Kemensos untuk menerima bantuan, agar segera menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan,” tukasnya.

Kemensos telah menyalurkan BLT sebagai penguat bantalan sosial kepada 20,65 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Adapun BLT BBM diberikan sebesar Rp 150.000 perbulan selama empat bulan dengan penyaluran dua kali.

Sekjen Kemensos Harry Hikmat mengatakan per 7 September 2022 BLT BBM telah tersalurkan kepada 83.608 KPM di 34 Provinsi. Dimana Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi penyaluran tertinggi yaitu 26.549 KPM, disusul Jawa Timur yaitu 11.003 KPM.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar