Pemerintah Dorong DPR Sahkan RUU Perampasan Aset

Pemerintah Dorong DPR Sahkan RUU Perampasan AsetMenko Polhukam Mahfud MD.

KEADILAN – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan, pihaknya akan terus mendorong DPR RI supaya segera mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana.

“Pemerintah akan terus mendorong itu secepatnya, agar segera diagendakan, karena itu perlu bagi bangsa, dan tidak merugikan siapapun tapi merugikan orang yang melakukan korupsi dan menguntungkan negara,” ujar Mahfud kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).

Mahfud menjelaskan, pemerintah punya komitmen kuat menyelesaikan undang-undang perampasan aset. Menurut Mahfud, rancangan undang-undang perampasan aset dalam tindak pidana sudah sampai ke DPR.

“Presiden juga terus menanyakan ini sudah sampai dimana prosesnya, saya sampaikan sudah di DPR dan sudah di Prolegnas yang khusus untuk undang undang perampasan aset,” jelasnya.

Namun dorongan Mahfud bertolak belakang dengan keterangan Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kementerian Hukum dan HAM, Hantor Situmorang.

Hantor mengatakan, RUU Perampasan Aset tidak masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2022.

Hantor mengatakan, nantinya akan dilakukan rapat pleno di internal pemerintah untuk membahas prolegnas prioritas tahun 2023. Setelah rapat pleno tersebut selesai, baru dapat diketahui apakah RUU Perampasan Aset akan didorong untuk masuk dalam prolegnas prioritas tahun 2023 atau tidak.

“Untuk prolegnas prioritas 2023, akan dibahas secara pleno dalam rapat pembahas tahunan di lingkungan pemerintah sekitar bulan Oktober atau November 2022,” ucap Hantor kepada wartawan, Jumat (8/72022).

Hantor menyebut draf RUU Perampasan Aset Tindak Pidana telah ada di Kementerian Hukum dan HAM. Hanya saja untuk draf RUU tersebut, Hantor menyebut belum dapat disampaikan secara publik.

“Draf RUU Perampasan Aset Tindak Pidana sudah ada, namun masih dalam tahap pembahasan dengan panitia antar kementerian. Belum bisa kami publish,” jelasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar