PKNI Curhat Soal Diperas Aparat, DPR Sebut Menjadi Perhatian

PKNI Curhat Soal Diperas Aparat, DPR Sebut Menjadi PerhatianAnggota Panja RUU Narkotika dari Fraksi Golkar Supriansa.

KEADILAN-Anggota Panja RUU Narkotika dari Fraksi Golkar Supriansa meminta kepada pimpinan Panja RUU Narkotika supaya testimoni dari Aktivis Persaudaraan Korban NAPZA Indonesia (PKNI), Wan Traga Duvan Baros terkait pemerasan oleh aparat penegak hukum terhadap penyalahguna narkotika menjadi atensi.

“Pemakai ini terkesan ada pemerasan. Ini menjadi perhatian tentunya. Kenapa mereka diperas? Bukan hanya dirinya tetapi keluarganya juga diperas,” ujar Supriansa saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan PKNI di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Pusat, Senin (19/9/2020).

Namun Supriansa meminta PKNI supaya mengkaji pasal dalam UU Narkotika yang sering digunakan aparat penegak hukum sebagai alat pemerasannya.

Hal tersebut kata Supriansa diperlukan supaya Panja RUU Narkotika bisa memasukan dalam substansi draft RUU.
Sehingga pasal karet menjadi alat pemerasan bisa diubah.

“Bapak dan ibu kalau memang, kalau boleh pada poin-poin dimana-nya kira-kira bapak dan ibu mengalami pemerasan itu. Ini mesti diterapkan aturan itu,” tegasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Hentikan Pemenjaraan, DPR,Sependapat dengan PKNI