Kadiv Humas: Pemecatan Sambo Sudah Final dan Mengikat

Kadiv Humas: Pemecatan Sambo Sudah Final dan MengikatKadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.

KEADILAN – Komisi sidang banding telah menolak memori banding yang diajukan Ferdy Sambo manta Kepala Divisi Propam Mabes Polri. Putusan banding itu sudah bersufat final dan mengikat terhadap tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat tersebut.

Hal itu dikatakan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/09/2022). “Keputusannya adalah kolektif kolegial. Jadi seluruh hakim banding sepakat, untuk menolak memori banding oleh Irjen FS,” ujar Dedi usai sidang banding, di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/9/2022).

Irjen Dedi menjelaskan apa yang dilakukan Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J merupakan perbuatan tercela hingga menguatkan pemberhentiannya. “Yang kedua keputusan tadi sudah disebutkan ketua sidang banding, perbuatan tersebut perbuatan tercela. Dan menguatkan tentang pemberhentian dengan tidak hormat, eks dari anggota kepolisian,” jelasnya.

Lalu, Irjen Dedi menyebutkan bahwa keputusan tersebut akan diproses oleh Sumber Daya Manusia (SDM) Polri sesuai dengan pasal 81 ayat 2. “Nanti keputusanya setelah disahkan baru diserahkan kepada yang bersangkutan,” terangnya.

Proses administrasi pemberhentian Ferdy Sambo dilakukan SDM selama 5 hari. “Dan keputusan sidang banding ini bersifat final, dan mengikat. Sudah tidak ada lagi upaya hukum lagi ya kepada yang bersangkutan. Ini merupakan komitmen dari bapak kapolri, untuk segera dituntaskan proses terkait kasus kasus kode etik diduren tiga kemaren,” tuturnya.

Seperti diketahui, Ferdy Sambo mengajukan banding atas sanksi yang dia terima berupa Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH). Sidang banding dilakukan pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB di gedung TNCC ruang divpropam Mabes Polri.

Reporter: Lili Handayani
Editor: Syamsul Mahmuddin