PKS Tak Sepakat Nomor Urut Peserta Pemilu Tak Diubah

PKS Tak Sepakat Nomor Urut Peserta Pemilu Tak DiubahPolitisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nasir Djamil (Foto: Odorikus Holang/keadilan.id).

KEADILAN – Ketua Umum Partai PDIP Megawati Soekarno Putri mengusulkan kepada KPU agar nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 tak diubah untuk Pemilu 2024 dan berikutnya. Bagaimana tanggapan partai lain?

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nasir Djamil mengatakan, pihaknya menghormati usulan tersebut. Namun kata Nasir, setiap nomor mempunyai filosofinya tersendiri bagi setiap partai.

“Tentu kita menghormati apa yang diusulkan oleh Ibu Megawati. Tentu saja beliau punya pemikiran dan pendapat terkait masalah itu. Tapi harus dipahami bahwa nomor itu penting dan nomor itu juga soal angka-angka. Juga ada filosofinya,” ujar Nasir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2022).

PKS, kata Nasir, memilih untuk mengundi kembali nomor peserta pemilu. Kemudian kata Nasir, nomor peserta pemilu 2019 tidak menjadi rujukan untuk peserta pemilu 2024 mendatang.

“Saya pikir semua orang menginginkan nomor-nomor itu. Karena itu saya berpikir nomor itu harus diundi kembali. Tidak merujuk pada nomor urut yang pernah berlaku di pemilu yang lalu,” tegasnya.

“Karena kan suasana sudah berbeda. Pesertanya berbeda. Kemudian penyelenggara pemilu juga berbeda. Oleh karena itu, nomor juga harus berbeda dong,” tambahnya.

Soal nomor urut, kata Nasir, tetap mengikuti peraturan yang telah dijalankan selama ini. Diketahui, penentuan nomor urut itu telah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) No 3 Tahun 2022 tentang Tahapan Pemilu.

Meski demikian dalam Pasal 75 ayat (4) Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 bahwa pertimbangan dan usulan akan dibahas terlebih dahulu sebelum dikonsultasikan ke DPR dan Pemerintah.

“Kami berpikir biarkan saja ketentuan selama ini berlaku dijalankan terkait dengan dengan pencabutan nomor urut oleh partai-partai politik peserta pemilu yang akan datang,” tegasnya.

Meski Nasir tahu bahwa peserta pemilu berusaha meng-kapital-kan nomor partai yang didapat. Bahkan nomor tersebut selalu berusaha untuk mencocokan visi dan misi dan program partai.

“Bahkan kadang mudah diingat juga oleh masyarakat. Padahal nomor-nomor tertentu mudah diingat oleh peserta pemilu. Jadi dengan pencabutan nomor urut itu, peserta pemilu atau partai parpol itu punya harapan membuat nomor favorit yang mereka inginkan. Jadi biarkan saja KPU melakukan tahapan pencabutan nomor urut kepada peserta pemilu 2024,” tukasnya.

Reporter: Odorikus Holang
Editor : Penerus Bonar