Korupsi Minyak Goreng, Saksi Sebut Lin Che Wei Konsultan Kemendag Tanpa SK

Korupsi Minyak Goreng, Saksi Sebut Lin Che Wei Konsultan Kemendag Tanpa SKDirektur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kemendag Farid Amir (duduk di kursi saksi), saat menjadi saksi kasus mafia minyak goreng. (Foto. Ainul Ghurri/keadilan.id)

KEADILAN – Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Farid Amir menyebutkan, terdakwa Lin Che Wei adalah konsultan yang ditunjuk Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI tanpa (Surat Keputusan (SK). Hal itu diungkapkan Farid saat menjadi saksi sidang perkara dugaan perkara korupsi crude palm oil (CPO) minyak goreng, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (20/9/202).

Awalnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung mencecar Farid terkait identitas Lin Che Wei. Farid menyebut Lin Che Wei adalah konsultan dari IRAI (Independent Research & Advisory Indonesia).

“Lin Che Wei ini kan Saudara tahu dari mana?” tanya jaksa penuntut umum.

“Konsultan dari IRAI,” singkat Farid kepada jaksa.

Jaksa lantas bertanya dasar penunjukan Lin Che Wei sebagai konsultan di Kemendag yang turut diikutsertakan mengatasi kelangkaan minyak goreng.

“Nah apa dasar penunjukan IRAI melalui terdakwa Lin Che Wei ditunjuk oleh menteri ikut serta mengatasi kelangkaan minyak goreng saat itu?” tanya jaksa.

Farid mengungkapkan bahwa tidak ada dasar penunjukan terhadap Lin Che Wei dari Kemendag.

“Kontrak tidak ada Pak,” jawab Farid.

Jaksa pun menegaskan dasar kontrak atau perintah kepada Lin Che Wei untuk membantu permasalahan kelangkaan minyak goreng. Farid kembali menjawab tidak pernah ada surat keputusan penunjukan Lin Che Wei.

“(Untuk) kontrak, saya tidak lihat Pak, SK saya tidak lihat tidak pernah ada,” tandas Farid.

Dengan begitu, jaksa mengaku heran Kemendag melibatkan pihak luar. Padahal, Kemendag sendiri mempunyai biro hukum di internal Kemendag. Farid pun menyela keluhan jaksa, pada saat itu, biro hukum juga dilibatkan dalam mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng.

“Tentunya biro hukum dilibatkan pastinya,” pungkas Farid.

Reporter: Ainul Ghurri
Editor: Penerus Bonar