Perkara Minyak Goreng, Saksi Akui Terima 10 Ribu Dolar Singapura

Perkara Minyak Goreng, Saksi Akui Terima 10 Ribu Dolar SingapuraKomisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia, MP Parulian Tumanggor. (Foto. Dok. Kejagung)

KEADILAN – Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Farid Amir, mengaku menerima uang 10 ribu Dolar Singapura dari salah satu terdakwa kasus pemberian fasilitas ekspor CPO atau bahan baku minyak goreng.

Farid menyebutkan, uang itu sebagai uang lembur kerja hingga malam hari mengurusi permasalahan kelangkaan minyak goreng.

Hal itu disampaikan Farid saat bersaksi di kasus minyak goreng di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2022).

Mulanya, jaksa penuntut umum (JPU) mencecar saksi terkait pertemuan Farid dengan terdakwa Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor di ruangan saksi.

Farid menyebutkan, sebelum itu Tumanggor terlebih dulu menghubunginya tetapi Farid mengaku menolak kedatangan Tumanggor.

Farid kemudian dipanggil oleh atasannya yakni, Indra Sari Wisnu Wardhana sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI untuk ke ruangan. Rupanya, kata Farid, Tumanggor sudah ada di ruangan Wisnu dan menyebut ingin bertamu dengannya.

“Setelah saya di panggil Bapak Indrasari Wisnu ke ruangan, dan di ruangan tersebut ada Pak Tumanggor, dan Pak Tumanggor menyampaikan ingin bertemu saya, dan Pak Indrasari menyampaikan agar saya bisa bertamu Pak Tumanggor,” ungkapnya.

Di sinilah, Farid mengaku bahwa ia telah menerima uang dari Tumanggor atas permintaan Wisnu senilai 10 ribu Dolar Singapura.

Farid pun lantas menanyakan kepada Wisnu maksud pemberian uang itu. Lalu, Wisnu menjelaskan bahwa uang itu untuk tim verifikasi sebagai tanda effort kerja hingga malam hari dalam mengurusi permasalahan kelangkaan minyak goreng.

“Berapa jumlah yang diterima?” tanya jaksa.

“10 ribu Dolar Singapura” jawab Farid.

“Kemudian saksi ada tidak bagi-bagi bagian kepada tim verifikator yang lain terhadap uang yang diberikan kepada saudara Tumanggor itu?” tanya jaksa lagi.

“Karena saya crosscheck, konfirmasi ke Pak Indrasari Wisnu, maksud dari uang tersebut dan beliau sampaikan itu untuk tim untuk effortnya kerja hingga malam, jadi saya berikan kepada Pak Ringgo,” jelas Farid.

Diketahui, terkait uang 10 ribu Dolar Singapura itu terungkap dalam dakwaan. Jaksa mengatakan Farid Amir menerima uang 10 ribu Dolar Singapura atau setara dengan Rp100 juta dari terdakwa Tumanggor.

Jaksa menyebut, uang itu sejatinya diperuntukkan mantan Dirjen Daglu Kemendag Indra Sari Wisnu Wardhana. Namun uang itu digunakan oleh Farid Amir.

Reporter: Ainul Ghurri
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Korupsi Minyak Goreng, Saksi Sebut Lin Che Wei Konsultan Kemendag Tanpa SK