Penipuan Berkedok Investasi Tanah Senilai 26 Miliar, Bos PT Kebun Bumi Permai Jadi Terdakwa

Penipuan Berkedok Investasi Tanah Senilai 26 Miliar, Bos PT Kebun Bumi Permai Jadi TerdakwaJPU Dyofa Yudhistira membacakan dakwaan dalam sidang di PN Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022). (Foto. Charlie Tobing/keadilan.id)

KEADILAN – Diduga melakukan penipuan berkedok investasi tanah senilai Rp26 miliar, pemilik PT Kebun Bumi Permai Abu Hassan (54) jadi terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022).

Persidangan dipimpin Hakim Ketua Dian Erdianto, dengan Adam Pontoh dan Lebanus sebagai anggota.

Dalam surat dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dyofa Yudhistira menjelaskan, kasus ini bermula saat terdakwa mengajak korban bekerja sama dalam rangka pembebasan lahan seluas 500 hektar di kawasan Bogor, Jawa Barat.

“Terdakwa mengatakan, lahan tersebut nantinya dapat dimiliki secara pribadi, ataupun sebagai investasi untuk dijual lagi,” ujar Dyofa membacakan dakwaan.

Lanjut Dyofa, terdakwa juga mengatakan kepada korban bahwa dari 500 hektar tanah tersebut, sudah ratusan hektar yang dibebaskan. Namun, terdakwa kekurangan modal dan menawarkan korban untuk menginvestasikan dananya sebesar 50%.

Tetapi kenyataannya, tanah yang dimaksud merupakan tanah milik negara.

“Terdakwa mengajak saksi Jhony Tanoto (korban) ke lokasi. Bahwa untuk meyakinkan saksi, terdakwa menelepon saksi Suhagus untuk mencabut plang bertuliskan Tanah Milik Negara dalam Penguasaan Kementerian Keuangan,” imbuh Dyofa.

Adapun kasus ini terungkap setelah korban memeriksa laporan pembebasan lahan yang diberikan oleh terdakwa. Pasalnya, laporan tersebut hanya memperlihatkan pengeluaran uang dari korban saja.

“PT Kebun Bumi Permai dan Ibu Endang Sulityorini selaku pemilik 50% saham lainnya, tidak pernah mengeluarkan dana yang sama seperti saksi Jhony,” paparnya.

Dari penipuan ini, JPU menyebut kerugian korban mencapai Rp26 miliar.

Atas perbuatannya Abu didakwa Pasal 378 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), atau Pasal 4 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Kuasa hukum terdakwa, Supriadi mengatakan pihaknya akan mengajukan eksepsi terhadap dawaan tersebut.

Sementara itu, Suhagus beserta Direktur Utama PT Cimanyak Celes Sardjana Gojali yang juga diduga terlibat dalam kasus ini, didakwa dalam berkas perkara terpisah.

Reporter: Charlie Tobing
Editor: Penerus Bonar