Penggelapan Asuransi Kresna Life Dilimpahkan Polri ke Kejaksaan

Penggelapan Asuransi Kresna Life Dilimpahkan Polri ke KejaksaanKabag Penum Humas Polri Nurul Azizah saat menyampaikan dugaan tindak pidana pencucian uang oleh Direktur PT Asuransi Jiwa Kresna Life.

KEADILAN – Polri sudah melimpahkan berkas penggelapan pengasuransian dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) PT Kresna Life (KL) kepada Kejaksaan. Penggelapan dan TPPPU itu terjadi dalam gagal bayar polis nasabah yang dilakukan tersangka Direktur Utama (Dirut) PT KL yakni KS.

Kabag Penum Humas Polri, Kombes Nurul Azizah, menyampaikan terdapat 8 laporan polisi dalam kurun waktu bulan April sampai November 2020.

“Berdasarkan serangkaian hasil penyidikan, penyidik telah menemukan adanya dugaan tindak pidana pengelapan pengasuransian dan TPPU atas gagal bayar polis para nasabah yang dilakukan tersangka dengan inisial KS selaku Dirut PT Kresna Life,” terang Kombes Nurul Azizah, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2022).

Hingga saat ini, lanjut dia, sudah 36 saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik.

“Penyidik juga sudah dilakukan pengiriman tahap satu berkas perkara atas nama tersangka KS ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada tanggal 19 september 2022,” ujarnya.

Nurul menjelaskan, penyidik menerapkan pasal berlapis terhadap KS. Pertama adalah pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun dan denda Rp900 juta.

Kedua, lanjut dia, pasal 75 UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang perasuransian dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Ketiga UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU. Dalam UU TPPU, penyidik mengenakan dua pasal. Yaitu, pasal 3 UU TPPU dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

“Dan, pasal 4 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar dan pasal 5 dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar,” tukas Kombes Nurul.

Reporter: Lili Handayani
Editor: Syamsul Mahmuddin