317 Jaksa Baru Dilantik, Robiatul Adawiyah Raih Adhi Adhyaksa

317 Jaksa Baru Dilantik, Robiatul Adawiyah Raih Adhi AdhyaksaKabadiklat Tonny Spontana saat melaporkan hasil Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa Gelombang I Angkatan 79 Tahun 2022.

KEADILAN – Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa Gelombang I Angkatan 79 Tahun 2022 resmi usai di gelar. Jaksa Agung ST Burhanuddin sudah memimpin langsung pelantikan 317 orang jaksa baru di Gedung Badiklat Kejagung, Ragunan, Jakarta, Rabu (21/09/2022). Dari ratusan jaksa baru itu, seorang jaksa yang menarik perhatian. Yaitu Robiatul Adawiyah.

Orang tua Robiatul Adawiyah patut berbangga. Apa pasal? Jaksa muda dari Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan ini diganjar predikat Adhi Adhyaksa sebagai peserta didik terbaik dalam PPPJ Gelombang I Angkatan 79 Tahun 2022. Robiatul Adawiyah memperoleh predikat Adhi Adhyaksa karena selama PPPJ, Robiatul mampu menjalani proses PPPJ dengan hasil terbaik dibandingkan semua peserta didik lainnya.

“Berdasarkan penilaian kumulatif terdiri atas penilaian wawasan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap perilaku (attitude) yang antara lain meliputi kedisplinan, Robiatul Adawiyah ditetapkan sebagai peserta didik yang terbaik dari seluruh peserta,” terang Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejagung (Kabadiklat), Tony T Spontana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/09/2022).

Tony Spontana menyampaikan bahwa dari 320 (tiga ratus dua puluh) orang peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXIX (79) Gelombang I Tahun 2022, sebanyak 317 (tiga ratus tujuh belas) dinyatakan lulus setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh sesuai ketentuan. Sementara itu, 3 orang peserta dikembalikan ke satuan kerja (satker) asal karena alasan sakit.

Dengan ketetapan kelulusan ini, maka 317 orang peserta PPPJ Angkatan LXXIX (79) Gelombang I Tahun 2022 telah memenuhi syarat untuk dapat diangkat menjadi Jaksa sesuai ketentuan Pasal 9 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

Selanjutnya, Kepala Badiklat Kejaksaan RI mengatakan, berdasarkan penilaian kumulatif terdiri atas penilaian wawasan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap perilaku (attitude) yang antara lain meliputi kedisplinan, kejujuran, dan kepemimpinan, telah ditetapkan peringkat 10 (sepuluh) orang peserta dengan nilai terbaik sebagai berikut:

1.ROBIATUL ADAWIYAH, S.H., satker Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan;
2.EMANUEL WISNU SATRIO WICAKSONO, S.H., satker Kejaksaan Negeri Kudus;
3.ESTIK DILLA RAHMAWATI, S.H., satker Kejaksaan Negeri Kota Malang;
4.AULIA AZZAHRA HAKIM, S.H., satker Kejaksaan Negeri Lamongan;
5.YULITA SARI, S.H., satker Kejaksaan Negeri Situbondo;
6.MUNANDAR, S.H., satker Kejaksaan Negeri Parigi Moutong;
7.FEBRINA IRLANDA, S.H., satker Kejaksaan Negeri Dompu;
8.SHARIIF IMADUDIIN, S.H., satker Kejaksaan Negeri Kolaka;
9.FAISAL ARIF, S.H., satker Kejaksaan Negeri Kota Semarang;
10.APPLUDNOPSANJI, S.H., satker Kejaksaan Negeri Kota Semarang.

Sementara itu, 3 (tiga) orang peserta mendapatkan predikat penghargaan, yaitu:
1.Predikat ADHI ADHYAKSA sebagai lulusan terbaik, diraih oleh ROBIATUL ADAWIYAH, S.H., asal satker Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan;
2.Predikat Peraih Nilai Akademis Tertinggi: YULITA SARI, S.H., asal satker Kejaksaan Negeri Situbondo;
3.Predikat Kepemimpinan Terbaik: AGUNG ADHI PRAWIRA, S.H., asal satker Kejaksaan Negeri Kota Bandung.

Tonny Spontana menyampaikan PPPJ Angkatan LXXIX (79) Gelombang I Tahun 2022 diselenggarakan selama 4 (empat) bulan mulai tanggal 18 Mei 2022 yang dibuka secara resmi oleh Wakil Jaksa Agung dan berakhir pada tanggal 21 September 2022 dengan penutupan secara resmi oleh Jaksa Agung RI.

“Metode penyelenggaraan diklat dilaksanakan secara klasikal dengan pembelajaran tatap muka di dalam ruang kelas. Seluruh kegiatan diklat yang meliputi giat penanaman jiwa korsa, belajar mengajar, dan simulasi persidangan, dilaksanakan di Kampus A Badiklat, Ragunan, Jakarta Selatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sesuai ketentuan Pasal 10 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, bahwa sebelum memangku jabatannya, Jaksa wajib mengucapkan sumpah atau janji menurut agama atau kepercayaannya di hadapan Jaksa Agung.

Editor: Syamsul Mahmuddin