Terkait OTT Hakim Agung, KPK Diminta Pantau Hakim Lainnya

Terkait OTT Hakim Agung, KPK Diminta Pantau Hakim LainnyaAnggota Komisi III DPR RI Agung Budi Santoso (Foto. dpr.go.id).

KEADILAN – Anggota Komisi III DPR RI Agung Budi Santoso meminta agar KPK memantau perilaku semua hakim. Permintaan tersebut berkaitan dengan OTT yang dilakukan KPK dimana salah satu tersangkanya merupakan hakim agung.

Santoso juga menyayangkan perilaku hakim mulai dari Pengadilan Negeri (PN) hingga Mahkamah Agung (MA). Santoso menduga hakim saat ini dalam menegakkan keadilan membela yang bayar.

Hal tersebut dikatakan Santoso menanggapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Hakim Agung Sudrajad Dimyati, pada Kamis (22/9/2022).

“Perilaku hakim kita mulai dari hakim di PN sampai dengan MA memang seperti itu. Posisi mereka sebagai wakil Tuhan (istilah yang diberikan masyarakat) di bumi dalam menciptakan dan menegakkan keadilan telah bergeser menjadi adagium maju tak gentar membela yang bayar,” ujar Santoso kepada keadilan.id, Jumat (23/9/2022).

“Kalau sekelas hakim agung yang telah mendapatkan fasilitas serta tunjangan yang tinggi masih berbuat seperti itu bagaimana dengan hakim-hakim yang berada di tingkat PN dan PT. Rakyat sudah tahu perilaku para hakim saat ini bahwa mencari hakim yang baik dan jujur seperti mencari sebutir berlian di samudera yang luas,” tambahnya.

Santoso pun meminta KPK tidak hanya berhenti menyelidiki kasus tersebut pada Sudrajad Dimyati. Dia mendorong KPK memantau juga para hakim lainnya.

“KPK jangan berhenti pada kasus ini saja, harus diawasi dan dipantau setiap saat para hakim ini. Jika hakim semua berprilaku tidak sesuai dengan janji dan sumpah lantas kemana lagi rakyat mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Ia juga meminta rekrutmen calon hakim Agung dan pengawasan para hakim di MA harus dikuatkan.

“Ciptakan metode yang benar-benar membentuk para hakim yang berintegritas dan menegakkan keadilan sesuai dengan tugasnya,” tukasnya.

Terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA, KPK menetapkan 10 tersangka. Adapun para tersangka yang berasal dari MA adalah Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Panitera Pengganti Mahkamah Agung Elly Tri Pangestu, 2 pegawai negeri sipil (PNS) pada Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie, serta 2 PNS MA Albasri dan Nurmanto Akmal.

Sementara, tersangka dari swasta adalah Yosep Parera dan Eko Suparno selaku advokat, serta Heryanto dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto selaku Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID).

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati Sebagai Tersangka