Diakui Dunia, Kajati Jabar Wakili Jaksa Agung Terima Penghargaan IAP di Georgia

Diakui Dunia, Kajati Jabar Wakili Jaksa Agung Terima Penghargaan IAP di GeorgiaAsep N Mulyana saat mengucapkan sambutan usai mewakili Jaksa Agung menerima Penghargaan IAP di Georgia. (Foto. Dokumen Kejagung)

KEADILAN – Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, diakui dunia. Ia menerima ‘Special Achievement Award’ dari International Association of Prosecutors (IAP) di Georgia. Penghargaan ini diserahkan Presiden IAP, Cheol Kyu Hwang, dan diterima Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat (Jabar), Asep N Mulyana, yang mewakili Jaksa Agung.

Penyerahan penghargaan ini dilakukan pada Acara Pembukaan 27th Annual Conference & General Meeting IAP, Senin (26/09/2022) di Kavkasioni Ballroom Sheraton Tbilisi Georgia. Acara ini sendiri dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Georgia Irakhi Gharibashvili yang didampingi Jaksa Agung Georgia Irakhi Shotadze dan President IAP Cheol Kyu Hwang.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), penghargaan IAP sangat membanggakan. Sebab, Special Achievement Award Tahun 2022 hanya diberikan kepada dua dari 180 negara anggota IAP di dunia. Keduanya, Indonesia dan Inggris. Inggris dalam menerima penghargaan diwakili Crown Prosecution Service (CPS) United Kingdom yakni Max Hill (Director of Public Prosecutions England & Wales).

Salah satu pertimbangan pemberian award karena Jaksa Agung Burhanuddin dinilai telah berhasil mendemonstrasikan dedikasi khusus dalam mencapai tanggung jawab profesionalnya. Disamping itu, kebijakan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ) di Indonesia telah mampu memberikan ganti rugi kepada korban kejahatan, serta memulihkan akibat dari suatu tindak pidana.

Menurut penjelasan tertulis IAP, Jaksa Agung Burhanuddin telah menginstruksikan melalui Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 dengan membuka penyelesaian perkara di luar pengadilan. Sehingga korban mendapatkan kesempatan untuk didengarkan dan pengembalian secara maksimal dari pelaku tindak pidana.

Menurut IAP, sejak Juli 2022 sampai sekarang, lebih dari seribu perkara yang telah dihentikan dengan kebijakan keadilan restoratif. Seribu lebih perkara itu diselesaikan melalui 182 Rumah Restorative Justice yang dibentuk Burhanuddin di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaan kebijakan keadilan restoratif ini, Jaksa tetap menjadi pusat dan penjaga untuk tetap menjamin perkara mana saja yang dimasukan dalam sistem keadilan restoratif. “Pendekatan ini telah diterima secara meluas oleh masyarakat Indonesia dan korban tindak pidana tersebut,” demikian penjelasan tertulis IAP.

Pelaksanaan 27th Annual Conference & General Meeting IAP berlangsung sejak 25 September sampai 29 September 2022. Kegiatan ini diikuti sekitar 400 orang dari 65 negara. Delegasi Indonesia diwakili 4 orang Jaksa. Keempatnya, Yusfidli Adhyaksana (Atase Kejaksaan di Singapura), Mahayu Suryandari (Kepala Bagian Kerjan Sama Hukum dan Hubungan Luar Negeri pada Biro Hukum Kejaksaan Agung), Virgaliano Nahan (Atase Kejaksaan di Bangkok) dan Asep N. Mulyana sebagai pemimpin delegasi.

Di sela-sela konferensi, delegasi Indonesia mengadakan pertemuan bilateral dengan beberapa negara anggota IAP lainnya. Pertemuan ini sebagai upaya untuk memperkuat dan meningkatkan kerja sama prosecutor to prosecutor di berbagai Kawasan.

Editor: Syamsul Mahmuddin