Korupsi Alkes, Dirut PT CPC Divonis 16 Bulan Penjara

Korupsi Alkes, Dirut PT CPC Divonis 16 Bulan Penjara
Fredy Lumban Tobing mendengarkan pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (12/12/2019) dok Keadlian/AG

KEADILAN – Direktur Utama PT Cahaya Prima Cemerlang (CPC) Freddy Lumban Tobing divonis 1 tahun 4 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Hakim menilai, Freddy terbukti bersalah telah memperkaya diri sendiri dan perusahaannya sebesar Rp10,86 miliar dan memperkaya PT Kimia Farma Trading Distribution (KFTD) sebesar Rp1,46 miliar.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Freddy Lumban Tobing terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ucap Ketua Hakim Ni Made Sudahi, Kamis (21/11/2019).

Selain hukuman pidana, Freddy divonis membayar uang pengganti sebesar Rp1,1 miliar. Freddy sudah mengembalikan uang Rp9,7 miliar dari hasil yang dinikmatinya sehingga sisa yang harus dikembalikan Rp1,1 miliar.

Freddy dan korporasi melakukan perbuatan dugaan korupsi terkait pengadaan reagents dan consumables penanganan virus flu burung DIPA APBN-P tahun anggaran 2007 pada Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan. Akibat perbuatan Freddy, negara mengalami kerugian sebesar Rp12,33 miliar dalam kasus pengadaan tersebut.

Hal itu sesuai laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara yang tertuang dalam Surat Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Deputi Bidang Investigasi, Nomor: SR-548/D6/1/2012.

Menurut hakim, Freddy bersama mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar, dan Ratna Dewi Umar sekaligus kuasa pengguna anggaran (KPA) mengatur sedemikian rupa proses pengadaan reagents dan consumables tersebut.

Ainul Ghurri
Editor      :
Reporter :