Korupsi Rp1 Triliun, Jaksa Cecar Pejabat Kominfo

Korupsi Rp1 Triliun, Jaksa Cecar Pejabat KominfoKantor Kementerian Kominfo. (Foto. Ist)

KEADILAN – Pengusutan kasus korupsi penyedian infrastruktur BTS ( Base Transceiver Station) di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) terus digenjot jaksa. Dua orang pejabat Kominfo diperiksa penyidik di Kantor Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung dalam kasus korupsi merugikan negara Rp1 triliun tersebut.

Dua saksi tersebut adalah ASL dan DA. ASL selaku Kepala Biro Perencanaan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Sementara DA selaku Kepala Divisi Hukum BAKTI (Wakil Ketua Pokja Pengadaan Penyedia).

ASL dan DSA dicecar jaksa terkait pembangunan BTS dan infrastruktur penunjang. Kedua berperan dalam pembangunan BTS yang sebelumnya dimaksud pemerintah untuk membantu pelajar menjalankan program belajar daring (dalam jaringan) akibat pandemi covid-19.

Korupsi BTS, Kantor Kemenkominfo Digeledah Jaksa

Belakangan proyek tersebut tidak memberikan manfaat. Uang negara terlanjur habis sementara target pembangunan BTS di 4200 desa pada Desember 2021 tak tercapai. Akibatnya proses belajar mengajar pada masa pandemi berantakan.

Kasus ini lalu disidik Jampidsus. Sebab telah ditemukan bukti permulaan yang cukup adanya tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kominfo Tahun 2020 sampai 2022.

BAKTI adalah singkatan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi. Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate dalam bebarapa kesempatan mengatakan BAKTI merupakan Badan Layanan Umum (BLU) Kominfo.
Reporter: Syamsul Mahmuddin